50 Nakes di RSMH Positif Covid

50 Nakes RSMH Palembang Positif Covid-19, yang Probabel Omicron Sampelnya Dikirim ke Balitbangkes

Menurutnya, untuk memastikan bahwa terpapar varian Omicron perlu diperiksa lebih lanjut dan di RSMH Palembang tidak ada alatnya.

Editor: Sudarwan
Handout
Swab tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Mohammad Hoesin atau RSMH Palembang positif Covid-19, Rabu (10/2/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebanyak 50 tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Mohammad Hoesin atau RSMH Palembang positif Covid-19.

Bahkan ada yang diduga terpapar varian Omicron atau Probabel Omicron.

"Dari 50 yang positif tersebut ada yang diduga terpapar varian Omicron atau probabel Omicron. Jadi baru diduga dan masih perlu pemerikasaan lebih lanjut ke Balitbangkes Kemenkes," kata Dirut RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang, Dokter Bambang Eko Sunaryanto, Kamis (10/2/2022).

Menurutnya, untuk memastikan bahwa terpapar varian Omicron perlu diperiksa lebih lanjut dan di RSMH Palembang tidak ada alatnya.

Untuk itulah perlu dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes di pusat.

Digunakan metode Whole Genome Sequencing (WGS). Metode WGS berbeda dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

WGS itu pemeriksaan khusus di mana protein-protein genetik (DNA) dari virus diperiksa untuk bisa melihat variannya.

"Untuk hasilnya biasanya butuh waktu lama setidaknya butuh waktu dua pekan atau dua Minggu baru ada hasilnya. Nah di RSMH Palembang ini ada sekitar 3000 tenaga kesehatan, jadi pemerikasaan swabnya juga bertahap," katanya.

Menurutnya, saat pemeriksaan swab Covid-19 juga harus hati-hati. Apabila nantinya banyak yang positif Covid-19 tentu akan bingung juga. Karena tidak bisa menambah SDM begitu saja dalam sesaat, terutama dokter spesialis.

"Maka kita melakukan berbagai persiapan, sementara ini kalau positif maka WFH dulu. Sejauh ini dengan adanya tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 belum mempengaruhi pelayanan di RSMH Palembang," kata Dokter Bambang.

Sementara itu di RSMH Palembang juga ada merawat pasien Covid-19 dari masyarakat umum. Setidaknya ada 29 pasien yang terpapar Covid-19, dan memang terjadi peningkatan dari sebelumnya.

"Maka kita siapkan kamar nya, setidaknya 50 an kamar sudah disiapkan untuk pasien Covid-19. Nanti akan kita lihat lagi perkembangannya, kalau ada peningkatan maka akan ditambahkan, sesuai kebutuhan," katanya.

Menurutnya, berkaca dari tahun 2020 dan 2021, RSMH Palembang bisa menyiapkan 300 bed khusus pasien Covid-19.

Jadi kedepan kalau ada lonjakan akan dibuka bertahap, misal 75 bed, 100 bed dan seterusnya disesuaikan dengan kebutuhan.

"Sebab kondisi saat ini berbeda dengan tahun 2020/2021, yang Covid-19 meningkat dan paisen umum turun. Namun kalau sekarang pasien Covid-19 meningkat dan non Covid-19 juga meningkat, sehingga kita harus membagi tempat tidur untuk kasus Covid-19 dan non Covid-19," katanya. (Linda Trisnawati)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved