Virus Corona

Setelah Divaksin Booster Badan Demam, Meriang! Bahaya? Ini Penjelasan Ahli Mikrobiologi Prof Yuwono

Apa manfaat vaksin booster mengingat contoh kasus meskipun sudah divaksin booster masih kena covid-19.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ahli Mikrobiologi Kesehatan Sumsel, Prof. Dr.H.Yuwono, M.Biomed yang juga Direktur Utama Rumah Sakit Pusri Palembang, Selasa (8/2/2022). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pasca dilakukan vaksin ketiga booster tidak sedikit banyak yang mengeluhkan demam, meriang, atau panas.

"Apakah bahaya atau tidak? Apa yang mesti dilakukan kalo kena panas," kata seorang warga bernama Abel.

Ahli Mikrobiologi Kesehatan Sumsel, Prof. Dr.H.Yuwono, M.Biomed ketika dikonfirmasi menjelaskan panjang lebar menjawab keluhan tersebut.

Baik itu apa saja syarat-syarat orang yang boleh vaksin booster dan yang sebaiknya tidak vaksin booster.

Apa manfaat vaksin booster mengingat contoh kasus meskipun sudah divaksin booster masih kena covid-19.

"Jadi kalau ada orang habis divaksin booster terus demam itu biaso. Itu namanya KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)," ungkap Prof. Dr.H.Yuwono, M.Biomed kepada Sripoku.com, Selasa (8/2/2022).

Yuwono yang juga Direktur Utama Rumah Sakit Pusri Palembang sendiri mengaku saat dirinya divaksin booster bulan Agustus 2021 juga merasakan efek demam.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

"Saya juga habis dibooster demam dua hari. Jadi demam dan segala macam itu masih normal-normal hal biasa. Itu adalah namanya KIPI hal biasa. Jadi kalau demam, harus rehat, harus istirahat, memang begitu," kata Profesor kelahiran Trenggalek (Jatim) 10 Oktober 1971.

Meski itu terbilang efek demam itu merupakan normal, mantan Dekan Fakultas Kedokteran Unja 2013-2015 tetap menyarankan agar minum obat anti demam dan beristirahat.

"Cuma walau itu normal, kalau demam tolong minum obat anti demam. Saran saya boleh saya nyebut merek minum Panadol Hijau. Karena ini tidak bahaya untuk lambung juga. Insya Allah," ujar Yuwono yang menjadi guru besar di Universitas Sriwijaya (Unsri) sejak tahun 2014.

Menurut Yuwono yang mendapatkan gelar doktor dalam bidang mikrobiologi kedokteran dari Universitas Padjadjaran pada tahun 2009 menjelaskan yang boleh dibooster adalah orang yang sudah enam bulan dari vaksin yang kedua.

"Kalau belum enam bulan, jangan. Orang yang boleh dibooster lainnya adalah orang yang tidak sedang sakit. Kondisinya lagi normal. Silahkan untuk dibooster," kata pemilik Sekolah Alam Palembang (SAPA) bersama istrinya, Nurbaiti Ekasari.

Yuwono juga menjelaskan manfaat dari vaksin booster ini memang tidak langsung punya peningkatan imunitas.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/

"Tapi booster itu bisa menjamin efektivitas imun antibodi sampai satu tahun. Misalnya Anda dibooster sekarang, setahun ke depan artinya Februari 2023 itu Insya Allah masih efektif dari hasil booster ini," ujar Yuwono yang pernah ditunjuk menjadi juru bicara pemerintah Sumatera Selatan terkait penanganan pandemi koronavirus 2020.

Prof. Dr.H.Yuwono, M.Biomed yang juga dikenal merupakan ustadz penceramah khutbah di masjid-masjid mengingatkan tetap ada manfaatnya booster, meski sudah dibooster masih kena covid.

"Adapun sudah dibooster masih kena covid, biasanya ringan, tidak jadi masalah. Jadi jangan dianggap booster itu tidak ada manfaat," ujarnya.

Ia meluruskan informasi tersebut dan menurutnya vaksin masih dibutuhkan sehingga jika terkena omicron, sang penderita yang telah divaksin tersebut sakitnya tidak akan seberat orang yang belum divaksin.

Yuwono yang juga Direktur Utama Rumah Sakit Pusri Palembang menjelaskan, omicron ini munculnya kepada satu orang yang pernah terkena HIV, kedua kepada orang yang sudah vaksin.

"Omicron itu memang kemungkinan diduga menurunkan efektivitas vaksin, tapi tidak sampai kepada grade yaitu menghilangkan proteksi vaksin terhadap gejala berat dan arah kematian," katanya.
Jadi orang sudah vaksin terkena omicron, tidak akan berat dan mohon maaf tidak mengarah kematian. Artinya vaksin masih suatu hal yang berguna.

"Booster itu bagus tapi harus jeda 6 sampai 9 bulan setelah vaksin kedua. Booster menurut penelitian antibodinya bertahan sampai 6 tahun. Tapi efektivitasnya 1-6 tahun," pungkasnya.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Logo TikTok Sripoku.com
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved