Situasi Terkini Wisma Atlet Jakabaring Saat Virus Corona di Sumsel Kembali Naik, Tak Lagi Kosong

Seiring meningkatnya angka kasus Virus Corona di Sumsel saat ini, kondisi terkini Wisma Atlet Jakabaring kembali ada pasien.

Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/ZAINI
Suasana Wisma Atlet yang disediakan Pemprov.Sumsel untuk pasien Covid-19 menjalani isolasi di tower 7 dan 8 Wisma Atlet Jakabaring sport city Palembang, Senin (30/8/2021). 

Penulis: Arief

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seiring meningkatnya angka kasus Virus Corona di Sumsel saat ini, kondisi terkini Wisma Atlet Jakabaring kembali ada pasien yang menjalani karantina Covid-19.

Rumah sehat yang berlokasi di Kompleks Jakabaring Sport City (JSC) Palembang ini memang sudah kembali menerima warga yang menjalani karantina atau isolasi mandiri (isoman).

Kepala PIC Rumah Sehat Wisma Atlet Jakabaring Palembang, M Buchori, mengatakan saat ini terdapat lima orang yang menjalani isoman di tempat tersebut, atau ada penambahan 1 pasien pada 5 Februari tadi.

"Hari ini totalnya menjadi enam yang dirawat sejak awal Januari lalu, meski satu sudah pulang pada 30 Januari lalu, sehingga yang masih dirawat ada 5 orang," kata Buchori, Minggu (6/2/2022).

Dijelaskannya para warga yang mendapat perawatan di rumah sehat JSC rata- rata dirawat selama 10 hari, dan jika dalam tes PCR atau antigentnya negatif, mereka diperbolehkan pulang.

"Kalau soal terpapar Covid-19 varian apa, kita belum tahu dan kita tidak berani menyebutkannya. Tapi mereka yang dirawat, rata- rata memiliki gejala ringan," paparnya.

Diungkapkan Buchori, 5 orang itu sekarang dirawat di tower 7 Wisma Atlet JSC Palembang, dengan memiliki tempat tidur sebanyak 100 bed.

"Soal kesiapan kita harus siap, dan kita menunggu kebijakan diatas saja untuk antisipasi lonjakan, tapi kita berharap tidak ada. Sehingga kita harus tetap kedepankan protokol kesehatan (Prokes)," tuturnya.

Selain itu, mereka yang dikarantina saat ini, berdasarkan laporan memiliki riwayat perjalan keluar kota. Ataupun keluarga yang memiliki riwayat seperti itu. "Jadi ada yang warga Sumsel ataupun luar Sumsel yang dikarantina.

Sekedar informasi, satu warga Sumsel di Kota Palembang terindikasi Covid-19 varian Omicron.

Atas hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada namun jangan panik dalam menghadapi kondisi yang terjadi.

"Sifat Omicron itu tingkat penularannya memang cepat, tapi tingkat keganasannya tidak lebih ganas dari varian sebelumnya," kata Lesty saat ditemui setelah mengikuti rapat koordinasi terbatas pembahasan perkembangan covid-19 dan evaluasi PPKM di Kantor Gubernur Sumsel, Sabtu (5/2/2022).

Lanjut dikatakan Lesty, satu warga Palembang yang terindikasi varian Omicron tersebut merupakan pelaku perjalanan.

Hasil tracing menunjukkan warga itu baru pulang dari Jakarta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved