Virus Corona di Sumsel

Timbul Klaster Sekolah di Palembang, Dinas Kesehatan Sumsel Minta Protokol Kesehatan Diperketat

Kasus Virus Corona di Sumsel terus bertambah, bahkan  sudah ada klaster sekolah di Palembang karena beberapa siswanya terpapar Covid-19.

Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi virus corona (Covid-19). 

Penulis: Linda

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus Virus Corona di Sumsel terus bertambah, bahkan  sudah ada klaster sekolah di Palembang karena beberapa siswanya terpapar Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy, mengatakan ia sudah ada laporannya bahwa ada anak-anak sekolah terutama yang SMA terpapar Covid-19.

"Untuk itu harus segera dilakukan tracing dan dijalankan 3T (Testing, Tracing, Treatment) nya," kata Lesty saat dikonfirmasi, Kamis (3/2/2022).

Menurutnya, yang positif Covid-19 namun tidak bergejala segera isolasi mandiri dan yang kontak erat juga selama menunggu hasil tes lebih baik isolasi mandiri juga.

"Untuk itu diimbau kepada sekolah terapakan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat seperti mamakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun," pesannya.

Menurutnya, prokes di sekolah ini harus diperketat dan sebaiknya betul-betul ditaai seperti jarak yang harus diberlakukan depan belakang jaraknya 1,5 meter.

Namun, karena ruangan kelas biasanya terbatas maka sebaiknya dibuat bertahap masuknya.

Sementara itu Kasi Survailens dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel, Yusri menambahkan, sulit mencegah terpapar, apalagi siswa yang intens pertemuannya setiap hari.

"Kalau terpapar itu bisa saja, karena beraktivitas dan berinteraksi dengan orang banyak, sehingga berisiko tinggi untuk tertular di tengah pandemi yang belum selesai ini," katanya 

Menurutnya, karena itu sepanjang beraktivitas dengan orang lain harus patuh menerapkan prokes. 

Lalu pihak sekolah jika tatap muka harus memastikan bahwa Prokes itu berjalan, jika ada yang positif koordinasi dengan tenaga kesehatan untuk isolasi dan bagi yang kontak erat karantina sampai hasil pemeriksaan negatif.

"Yang penting lagi harus vaksin baik guru, tenaga pendidik, siswa dan termasuk orang tua siswa biar kita terlindungi dan sama-sama melindungi," katanya

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved