Breaking News

Mahasiswi Dirudapaksa Residivis

Kerabat Ungkap Fakta Haru dari Mahasiswi Korban Rudapaksa Residivis di OKU, Dilamar Tentara US Army

Seorang mahasiswi dirudapaksa residivis di OKU. Ironisnya, peristiwa ini terjadi saat korban berinisial D tersebut sudah ada rencana menikah.

Penulis: Leni Juwita | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi korban rudapaksa. 

SRIPOKU.COM.BATURAJA - Seorang mahasiswi dirudapaksa residivis di OKU. Ironisnya, peristiwa ini terjadi saat korban berinisial D tersebut sudah ada rencana menikah.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com Senin (31/1/2022), D pernah menjadi salah satu interpreter yang terpilih di Garuda Shiled (latihan bersama TNI AD dan US Army) tahun lalu.

Memiliki  kemampuan akademis bagus, bahasa inggris bagus yang mengantarkannya sering menjadi Interpreter.

Mahasiswi FKIP Bahasa Inggris semester akhir ini sangat mencintai pekerjaannya terkait dengan bidang kebahasaan. 

Kemahirannya dalam berbahas Inggris mengantarkannya berkenalan dengan pria bule berprofesi di Angkatan Darat  US ARMY.

Kenalan singkat saat D menjadi penterjemah Bahasa Inggris di Latihan Bersama TNI – US Army di Garuda Shield tahun lalu menumbuhkan benih-benih cinta.

Hubungan keduanya semakin serius dan sudah bertunangan.

“Bahkan tentara bule sudah melamar D dan sudah menjadi mualaf dan setelah bertunangan rencananya akan menikah di tahun ini,” tutur Lala, kerabat  terdekat korban dengan nada sedih.

Teman dan kerabat korban berharap D kuat dan memapu melewati ujian berat ini dan tetap semangat mengejar cita-cita dan menyelesaikan kuliah yang hampir rampung.

Sementara itu, sesuai dengan janjinya D siap menjalani proeses pemeriksaan setelah psikologisnya membaik.

D akan menghadap ke unit PP Polres OKU untuk pemeriksan lebih lanjut.   

Senin (31/1/2022)  D datang didampingi sang ibu dan dosen serta para kerabatnya, tahap pertama ini D akan menjalani pemeriksaan  untuk dilakukan visum di RSUD Dr Ibnu Sutowa Baturaja.

Meskipun terlihat masih sangat terpukul namun D nampak tegar meskipun belum begitu mau diajak berkomunikasi. 

Perempuan berkerudung ini terlihat sayu mungkin karena kurang tidur lantaran banyak pikiran. Ibu korban juga masih belum bisa berbicara banyak  karena buru-buru pergi mendampingi putrinya ke rumah sakit untuk pemeriksaan.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved