Mimbar Jumat
Lebih Baik Terlihat Bahagia
Sebagian manusia terlihat bahagia hanya karena mampu menutupi dukanya bukan karena ia tidak punya luka.
Oleh: Dr. Hj. Uswatun Hasanah, M.Ag
Sekretaris Program Dokror dan Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Raden Fatah Palembang
Dalam hidup tidak akan pernah lepas dari suka dan duka.
Sedih dan gembira.
Keberuntungan dan kemalangan.
Sebagian manusia terlihat bahagia hanya karena mampu menutupi dukanya bukan karena ia tidak punya luka.
Hal ini disebabkan bukan karena sifat munafik tetapi karena rasa syukur dan sabar yang tertanam kuat di dalam hatinya.
Sehingga yang terlihat di matanya hanya nikmat Allah yang lebih pantas untuk di-syukurinya.
Karena pastinya nikmat Allah lebih banyak apabila dibandingkan dengan nestapa yang mungkin sedang dihadapi.
Jangan pernah berpikir bahwa kita orang yang terberat dalam cobaan.
Menganggap permasalahan yang dihadapi adalah problematika terberat sejagat raya. Hakikat cobaan ialah sesuai batas kemampuan seseorang (Q.S.2: 286).
Dari Mus’ab bin Sa’ad berkata bahwa ia bertanya kepada Rasulullah tentang siapa yang paling berat ujiannya dalam hidup.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Rasul bersabda: para nabi dan rasul, kemudian yang semisal itu kemudian yang semisal itu. Seseorang diberi ujian sesuai kadar ukuran keagamaannya. Jika keagamaannya tebal maka ujiannya pun berat dan jika keagamaan seseorang tipis maka ujiannya pun sesuai kadar keagamaannya. Tidak henti-hentinya ujian itu ada pada seorang hamba Allah hingga ujian itu membiarkannya berjalan di atas bumi dengan tanpa beban, dosa dan kekeliruan (H.R Tirmidzi).
Bersyukur dalam semua keadaan karena sedih dan gembira di alam dunia hanyalah sementara.
Akan berakhir paling lama saat datangnya kematian atau ketika datangnya hari kiamat.
Pada alam berikutnya manusia akan mendapatkan kekekalan dalam bahagia karena bertaqwa atau sengsara yang abadi karena banyak berbuat dosa di dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/uswatun-hasanah1-uswatun-hasanah.jpg)