Breaking News:

Di Kursi Depan Sopir Travel Asal Prabumulih Berbuat Asusila ke Gadis Ini, Sengaja Tak Cari Penumpang

Gadis ini mengaku menjadi korban asusila sopir travel saat hendak pulang dari Palembang menuju Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel.com/edison
Tersangka perbuatan asusila di Prabumulih. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Seorang sopir travel dilaporkan berbuat asusila ke gadis berusia 17 tahun. Saat ini, pria bernama Dovi tersebut sudah diamankan anggota Polres Prabumulih.

Berdasarkan laporan korban berinsial M, tersangka melakukan perbuatan asusila tersebut pada Selasa (16/11/2021) lalu.

Tersangka ditangkap polisi di rumahnya Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat, Rabu (5/1/2022).

Berdasarkan informasi berhasil dihimpun, diringkusny tersangka bermula dari laporan M dan keluarga ke SPKT Polres Prabumulih pertengahan November 2021 lalu.

Dalam laporannya, anak dibawah umur itu mengaku menjadi korban asusila saat hendak pulang dari Palembang menuju Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Korban naik travel yang dikendarai tersangka di kawasan Jalan Jendral A Yani, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang dan duduk di kursi depan.

Setelah itu, tersangka pelaku langsung memacu mobilnya tanpa mengambil penumpang lain dan di perjalanan tersangka mulai menjalankan.

Korban sempat menepis tangan tersangka sembari meminta agar tidak berbuat kurang ajar, namun semakin jadi.

Dovi kemudian memukul korban karena melawan, lalu memaksa korban minum minuman beralkohol.

Kekerasan dan pelecehan itu, baru berakhir setelah mobil tiba di Prabumulih dan korban diturunkan di kawasan Jalan Lingkar Timur Tugu Nanas Kota Prabumulih.

Laporan korban tersebut kemudian ditindaklanjuti Tim Gurita Unit Pidum Satreskrim Polres Prabumulih dipimpin Kanit Pidum Ipda Dohan Yoanda Prima STRK yang langsung meringkus sopir travel cabul itu tanpa perlawanan.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIK MH, melalui Kasatreskrim, AKP Jailili SH MSi, didampingi Kanit PPA, Iptu Sardinata, sopir travel cabul tersebut memaksa korban dan hendak dibawa tujuan Kabupaten Lahat.

"Korban itu masih dibawah umur 16 tahun, tujuan ke Ogan Ilir tapi karena dipaksa dan diancam jadi ikut sampai Prabumulih.

Atas perbuatannya itu, tersangka akan kita jerat pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 23 tentang perlindungan anak.

"Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun," tegasnya di Satreskrim Polres Prabumulih, Kamis (6/1/2022).

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved