Berita Empatlawang

BATU Bentuk Wajah Manusia Ditemukan, ada Kaitannya dengan Legenda Si Pahit Lidah, Ini Penampakannya!

Batu dengan ukuran setinggi orang dewasa itu ditemukan secara tidak sengaja oleh pekerja yang sedang melakukan normalisasi di Sungai Musi.

Editor: Welly Hadinata
Tribunsumsel/Sahri Romadhon
Warga berdatangan ke Desa Ulak Mengkudu, Kecamatan Tebing Tinggi untuk melihat temuan Batu yang menyerupai wajah manusia, Kamis (16/12/2021). 

SRIPOKU.COM, EMPAT LAWANG - Warga Desa Ulak Mengkudu, Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang heboh saat ditemukannya sebuah batu yang bentuknya seperti wajah manusia.

Dimana batu tersebut ditemukam oleh pekerja yang ada di tepian tengah Sungai Musi Desa Ulak Mengkudu, Kamis (16/12/21) pukul Satu siang.

Batu dengan ukuran setinggi orang dewasa itu ditemukan secara tidak sengaja oleh pekerja yang sedang melakukan normalisasi di Sungai Musi.

Adapun batu tersebut ditemukan dengan menggunakan alat berat atau eksavator pada bagian tengah Sungai Musi.

Batu yang dianggap menyerupai wajah manusia ini dikatakan belum diketahui secara pasti dibuat pada zaman apa.

Pantauan langsung di lokasi nampak warga berduyun-duyun berkunjung ke lokasi guna melihat langsung batu tersebut. 

Selain itu juga banyak warga yang mengambil foto dari dekat dengan menggunakan telepon genggam.

Berdasarkan penuturan warga setempat di Desa Ulak Mengkudu sendiri terdapat terdapat sebuah makam bersejarah yakni anak dari Serunting sakti atau yang lebih dikenal sebagai Si Pahit Lidah yang bernama Ali Muhidin.

"Kita dapat kabar jika di Desa Ulak Mengkudu ada penemuan batu seperti wajah manusia untuk mengetahui lebih lanjut batu apa ini mari kita serahkan semuanya kepada ahlinya," Kata Camat Tebing Tinggi, Sopyan.

Pj Kades Ulak Mengkudu Ansori mengatakan menurutnya mungkin saja terdapat sejarah mengenai Serunting Sakti yang makamnya berseberangan langsung dengan lokasi ditemukannya batu tersebut.

"Mungkin ya ada kaitannya dengan si Pahit Lidah, Karena di seberang sungai Musi ini ada makam dari keturunan Si Pahit Lidah dimana memang warga Desa Ulak Mengkudu ini masih sering ziarah ke makam tersebut," Ceritanya.

Sementara itu Yulianto Hariwibowo Kasi Cagar Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Empat Lawang mengatakan pohaknya akan segera melakukan koordinasi intern terlebih dahulu yang kemdian akan dilanjutkan dengan koordinasi bersama Balai Museum yang ada di Provinsi Jambi.

"Akan kita undang tim dari Jambi untuk meneliti batu megalit jenis apa ini, masanya masa tahun berapa, supaya ini lebih jelas, tentu ini akan menjadi tambahan cagar budaya yang ada di Kabupaten Empat Lawang," Katanya.(Sahri/TS)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved