Demi Dongkrak Pendapatan, Kini Luar Stasiun Hingga Tiang LRT Sumsel Bisa Pasangan Iklan Gini Caranya

Untuk mendongkrak pendapatan di luar koor bisnis LRT, pihaknya menawarkan pemanfaatan bagian di dalam dan luar stasiun, untuk ruang beriklan.

Editor: adi kurniawan
Handout
Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (Sumsel) memperkenalkan maskot LRT Sumsel yang bernama KRISS 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (Sumsel) memperkenalkan maskot LRT Sumsel yang bernama KRISS atau Kereta Api Ringan Sumsel.

"Maskot KRISS ini perdana di launching untuk LRT Sumsel dan kita perkenalkan ke masyarakat," kata Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel, Prih Galih, Selasa (7/12/2021).

Menurutnya, KRISS ini melambangkan muka dari kereta LRT Sumsel dan ada logo LRT Sumsel ditengah maskot yang melambangkan bahwa ini adalah power.

"Seperti yang kita ketahui LRT ini ramah lingkungan dan muka KRISS ini juga sangat friendly, ini melambangkan pelayanan di LRT Sumsel sangat inovatif dan mengikuti perkembangan yang ada," ungkapnya.

Menurutnya, tujuan dibuatnya maskot LRT ini untuk memperkenalkan bahwa LRT Sumsel berjiwa muda dan friendly serta berwawasan, kedepannya agar lebih baik lagi.

"Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel juga membuka peluang kerja sama pemanfaatan aset LRT dengan pihak ketiga," kata Prih Galih

Menurutnya, langkah tersebut sebagai strategi untuk mendongkrak pendapatan di luar koor bisnis LRT.

Pihaknya menawarkan pemanfaatan bagian di dalam dan luar stasiun, untuk ruang beriklan.

Jadi yang berminat untuk beriklan bisa langsung ke Balai LRT Sumsel nanti akan dijelaskan secara rinci hingga harganya.

Sebagai informasi LRT Sumsel beroperasi di rel sepanjang 23,4 kilometer.

LRT Sumsel ini memiliki 13 stasiun yang tersebar mulai dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II hingga Stasiun OPI Mall di Kawasan Jakabaring.

"Pihak swasta bisa memanfaatkan ruang di 13 stasiun tersebut, hingga ratusan tiang yang menyangga rel LRT."

"Memang sudah ada yang minat tetapi karena masih pandemi Covid-19, harganya belum sesuai antara kami dan pihak ketiga tersebut," ungkapnya.

Menurutnya, saat ini pendapatan LRT Sumsel masih bersumber dari tiket penumpang moda transportasi tersebut.

Sementara untuk tiket LRT sendiri masih mendapat subsidi pemerintah pusat lantaran masuk dalam kategori tarif kereta perintis.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved