Berita Muaraenim

17 Kupu-kupu Malam dan 5 Pria Hidung Belang tak Berkutik, Dikepung Petugas Gabungan, ada yang Pijat!

Dalam rangka menegakkan Perda dan Perkada Kabupaten Muara Enim secara preventif dan persuasif, sebanyak 17 kupu-kupu malam dan 5 pri hidung belang

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Ardani Zuhri
Tim gabungan satuan polisi pamong praja (Sat-Pol) Muara Enim bersama unsur TNI dan Polri, Lapas, Jaksa dan Dishub di wilayah Kabupaten Muara Enim, Sabtu (4/12/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM - Dalam rangka menegakkan Perda dan Perkada Kabupaten Muara Enim secara preventif dan persuasif, sebanyak 17 kupu-kupu malam (wanita penghibur) dan 5 pria hidung belang berhasil terjaring razia

Tim gabungan satuan polisi pamong praja (Sat-Pol) Muara Enim bersama unsur TNI dan Polri, Lapas, Jaksa dan Dishub di wilayah Kabupaten Muara Enim, Sabtu (4/12/2021).

Razia gabungan yang dipimpin langsung Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kabupaten Muara Enim AM Musadeq, menyisir tempat hiburan malam cafe-cafe, warung remang-remang dan panti pijat di wilayah Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang itu.

Alhasil, tim yustisi berhasil mengamankan 17 wanita kupu-kupu malam, 5 pria hidung belang diamankan dan 8 dirigen minuman tuak serta Miras.

Menurut AM Musadeq, razia gabungan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Muara Enim Nomor : 534/KPTS/Pol.PP/2021 tentang penanganan atas pelanggaran Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati (Tim Yustisi) Kabupaten Muara Enim tahun 2021. Kita lakukan bersama tim yustisi yang terdiri dari Supdenpom, Kodim 0404 Muara Enim, Polres Muara Enim, Satpol PP, Lapas dan Kejaksaan, Dishub dan pihak Kecamatan Gelumbang.

Dalam razia itu, kata dia, tim yustisi juga mengamankan puluhan wanita dan laki-laki tanpa identitas di sejumlah lokasi hiburan malam yakni tempat-tempat hiburan malam, warung remang-remang, dan panti pijat di Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang.

Selain itu, turut diamankan juga minum keras berjenis tuak dan Miras karena melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 4 Tahun 2005 tentang larangan pengawasan dan penertiban terhadap peredaran serta penjualan minuman berakohol. 

“17 wanita dan 5 pria yang diamamkan itu karena mereka ketika di razia tidak bisa memperlihatkan identitas diri,” jelas mantan Camat Gelumbang ini.

Lanjutnya, pihaknya akan memberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan kepada para wanita dan pria yang berhasil diamankan.

Selain itu, tim Yustisi juga melakukan penghimbauan protokol Covid-19 sebagaimana sesuai dengan Keputusan Bupati Muara Enim untuk mematuhi Protkes sesuai dengan perkiraan Bupati Muara Enim Nomor : 685/ KPTS/Satpol PP/2020 tentang tim penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Muara Enim.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved