Breaking News:

PROF Yuwono Sebut Patokan Jarak Vaksin adalah 8 Minggu, Jeda Waktu Vaksin Covid-19 ke Vaksinasi Lain

Menurut Yuwono, pemberian jarak waktu vaksinasi Covid-19 dengan vaksinasi berbeda bertujuan untuk menimalisasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Welly Hadinata
kolase/sripoku.com
Ahli Mikrobiologi Sumsel, Prof Yuwono 

SRIPOKU.COM - Vaksinasi Covid-19 masih terus digencarkan demi memperkuat kekebalan tubuh.

Hingga kini, berbagai kalangan mulai dari remaja sampai orang lanjut usia atau lansia juga aktif mengikuti program imunisasi Covid-19.

Selain mendapatkan vaksin Covid-19, sebagian masyarakat juga turut menjalankan vaksinasi lain seperti vaksin influenza, HPV, BCG dan lainnya.

Ahli Mikrobiologi Sumsel, Yuwono, menyebut masyarakat tetap bisa melakukan penyuntikan vaksin lain meski telah mendapatkan vaksin Covid-19.

"Tetap bisa menjalani vaksin lain dengan memperhatikan jeda vaksinasi dan berikutnya. Secara umum, patokan jarak vaksin adalah delapan Minggu," ujarnya, Selasa (23/11/2021).

Menurut Yuwono, pemberian jarak waktu vaksinasi Covid-19 dengan vaksinasi berbeda bertujuan untuk menimalisasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Sebelum melakukan vaksinasi lain disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. 

"Jarak waktu vaksin ini mempertimbangkan kemungkinan KIPI sehingga jika ada bisa ditangani dengan cepat," katanya.

KIPI merupakan gejala medis yang dapat terjadi setelah vaksinasi atau imunisasi yang diduga terkait dengan vaksinasi atau imunisasi yang diberikan.

Melansir situs www.kipi.covid19.go.id, umumnya KIPI bersifat sementara dan ringan serta akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Jika tubuh bereaksi dengan KIPI setelah menerima vaksinasi, tetap tenang. Reaksi nyeri, bengkak, dan kemerahan di lokasi suntikan dapat diatasi dengan kompres dengan air dingin.

Bila demam dapat mengompres atau mandi dengan air hangat, perbanyak minum air putih, istirahat, dan minum obat bila perlu.

Selanjutnya, saat mengalami reaksi KIPI yang berat, catat dengan detail dan segera laporkan pada petugas atau fasilitas layanan kesehatan, atau pada kontak yang tertera pada kartu vaksinasi, dan situs web pelaporan KIPI di https://keamananvaksin.kemkes.go.id.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan provinsi Sumsel, hingga 22 November 2021, vaksinasi Covid-19 untuk dosis pertama telah mencapai 52,58 persen atau dari target sasaran 6,3 juta penduduk sekitar 3,3 juta penduduk telah menjalani penyuntikan vaksin.

Sementara itu, untuk dosis kedua tercatat sebesar 30,27 persen atau sebanyak 1,9 juta penduduk telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dengan lengkap.

Cakupan vaksinasi ketiga atau booster untuk kalangan tenaga keshatan juga telah berada di angka 70,73 persen atau sebanyak 34.644 orang.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved