Breaking News:

Buya Menjawab

Hak Waris Cucu

Mohon petunjuk tentang hak waris cucu karena orang tua lebih dulu wafat dari kakeknya.

Editor: Bejoroy
(KMA) Mesir
Ilustrasi - Harta Warisan. 

Assalamu’alaikum.Wr. Wb.
USTADZ, mohon petunjuk tentang hak waris cucu karena orang tua lebih dulu wafat dari kakeknya.

Yang wafat adalah wanita (ibu dari cucu), jumlah saudara ibunya yang masih hidup 3 orang, 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Terima kasih atas bantuannya.
08235432xxxx

Jawaban
Wa’alaikumussalam. Wr.Wb.
Ahli Waris terdiri dari tiga kelompok;
1. Zawul Furud, mereka yang ada ikatan keluarga dengan orang yang meninggal dan mendapat bagian yang telah ditentukan oleh Allah Swt. misalanya; ½, ¼, 1/3, 2/3,1/6, 1/8. (Lihat surah an-Nisaa’ ayat 11-12).
2. ‘Ashabat, mereka yang ada hubungan keluarga dengan yang meninggal, yang berhak menerima sisa atau seluruh harta peninggalan, misalnya anak laki-laki atau bapak dari yang meninggal.
3. Zawul Arham, mereka yang masih ada ikatan keluarga dengan orang yang meninggal, yang tidak masuk ke dalam kelompok pertama dan kedua. (tidak mendapat bagian waris).

Cucu (anak dari anak perempuan kakek yang meninggal) termasuk ke dalam kelompok Zawul Arham; Dia tidak mendapat waris dari kakeknya, karena ada ahli waris (Zawul Furud) yaitu saudara laki-laki dan saudara perempuan dari ibunya (almarhumah). Sifat Hukum faraid (Hukum Waris Islam) adalah ijbari, artinya merupakan ketentuan Allah dan Rasul Nya yang menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk mematuhinya.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Ada perbedaan pendapat dikalangan ulama Fiqh; Abu Hanifah dan Ahmad bin Hambal, berpendapat bahwa zawul Arham berhak menerima harta peninggalan, apabila ahli waris dari kelompok Zawul Furud dan Ashabat tidak ada.Sebaliknya Imam Malik dan Imam Syafi’i berpendapat bahwa Zawul Arham tidak berhak menerima bagian waris.

Ada jalan keluar dari kondisi yang ditanyakan oleh penanya; yaitu melalui, hibah, wasiat dan kesepakatan.

Hibah dan wasiat artinya ketika masih hidup, kakek memberikan sebagian hartanya atau berwasiat untuk cucu yang ibunya meninggal, tapi atas persetujuan ahli waris dan tidak melebihi sepertiga dari total harta yang ada.Wasiat ini merujuk kepada surah al-Baqarah ayat 180: ”Diwajibkan atas kamu, apabila seseorang diantara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapa dan karib kerabatnya secara ma’ruf (tidak melebihi sepertiga harta yang ditinggalkan mayit). (ini adalah) hak-hak atas orang-orang yang bertaqwa.” Menurut Ibnu Abbas, Ayat wasiat ini telah dimansukhkan oleh Surah An-Nisa ayat 7 tentang waris, namun tetap berlaku bagi yang tidak menerima waris (Zawul arham) dan menjadi sunnat hukumnya bagi yang akan meninggal berwasiat untuk menambah kebaikan bagi dirinya sesudah meninggal dunia. (Syarif,Apa yang dapat dilakukan keluarga buat orang yang sudah mati, Rafah Press Cet.II.2012. hlm.114).

Alternatif berikutnya; harta waris di bagi menurut ketentuann Faraid,namun masing-masing ahli waris, memberikan sebagian dari penerimaan mereka untuk keponakan mereka yang ibunya sudah meninggal sebelum kakeknya.

Cara pembagiannya menurut Hukum faraid; dari harta peninggalan almarhum; dibagi untuk 2 orang anak lak-laki dan 1 anak perempuan sebagai berikut; Harta tersebut di bagi 5, masing-masing anak laki-laki memperoleh 2/5 sedangkan anak perempuan memperoleh 1/5 dari harta peninggalan orang tua.

Demikian jawaban kami, semoga mendapatkan penyelesaian dengan baik. Terima kasih. (*)

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved