Breaking News:

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Sumsel, Hal Ini Bikin Pemprov Sumsel Terus Gencarkan Program Vaksinasi

Vaksin Covid-19 yang didistribusikan dari pusat memang masih terbatas, namun sudah ada penambahan dari sebelumnya.

Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/Alan Nopriansyah
Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha SH, SIK, MH memonitoring langsung kegiatan vaksinasi di Kecamatan Buat Pemaca, Kamis (4/11/2021). 

Penulis: Linda

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Capaian vaksinasi di Sumsel baru mencapai 43 persen. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumsel terus menggencarkan program vaksinasi Covid-19. 

"Capaian vaksinasi di Sumsel saat ini sudah 43 persen untuk dosis pertama dan 25,68 persen untuk dosis kedua," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy, Minggu (7/11/2021).

Menurutnya, vaksin Covid-19 yang didistribusikan dari pusat memang masih terbatas, namun sudah ada penambahan dari sebelumnya.

Jika sebelumnya vaksin yang didistribusikan sebulanya diangka 300 ribu hingga 400 ribu dosis per bulan, kini sudah mencapai 500 ribu dosis perbulan.

"Dari segi fasilitas kesehatan dan vaksinator kita mencukupi, hanya memang vaksinnya yang masih terbatas," katanya.

Sementara itu, capaian vaksinasi Covid-19 di Sumsel dari target 6,303,096 orang, sudah 2,710,162 atau 43 persen untuk dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua baru 1,613,517 atau 25,60 persen.

Untuk rinciannya, capaian vaksinasi SDM Kesehatan sudah lebih dari 100 persen, lalu pelayanan publik sudah lebih dari 100 persen dan untuk lansia sudah 26,81 persen atau 160,072 dari target 597,071.

"Kemudian untuk remaja capaian vaksinasinya baru 43 persen atau baru 364,068 persen dari target 846,683 orang dan masyarakat rentan umum yang divaksin sudah 1,385,124 atau 31,69 persen dari target 4,370,858," katanya

Sementara itu berdasarkan data yang ada untuk Bed occupancy ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di Sumsel sudah 3 persen.

Sementara itu terkait vaksinasi untuk anak-anak usia 6-11 tahun hingga saat ini belum ada surat edaran dan petunjuk teknisnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Ferry Yanuar menambahkan, bahwa memang sampai saat ini belum ada surat edaran resminya.

"Dari segi vaksin memang distribusi yang ada belum mencukupi, namun bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Untuk saat ini pendistribusian vaksin per bulan baru diangkat 500 ribu dosis," katanya.

Idelanya Sumsel butuh 1,5 juta dosis per bulan jika ingin mengejar herd immunity diawal tahun 2022. 

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved