Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Cerita Bupati Mura Ratna Machmud Terjun ke Politik dan Menang, Semua Ada Perhitungannya

Sebelum saya maju di Pilkada tentu ada perhitungan kan? Dari hasil berbagai lembaga survei kami memiliki peluang menang

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Soegeng Haryadi
TANGKAPAN LAYAR
Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud saat diwawancarai Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel Hj L Weny Ramdiastuti dalam Ngopi Sore (Ngobrol Pintar Sore-sore). 

TERLAHIR sebagai anak yang memiliki 12 bersaudara, tak pernah terpikirkan bagi Hj Ratna Machmud bisa menjadi Bupati di Kabupaten Musi Rawas. Memulai karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementrian PU, Ratna lantas berani banting setir ke dunia politik. Secara mengejutkan Ratna Machmud-Suwarti pada Pilkada Kabupaten Musi Rawas mengandaskan pasangan Petahana. Berikut wawancara eksklusif Ratna Machmud oleh Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel Hj L Weny Ramdiastuti dalam program Ngopi Sore.

*****

Sebagai seorang bupati perempuan seperti apa masa kecil seorang Ratna Machmud?
Saya ini anak bungsu dari 12 bersaudara, dimana dua orang perempuan dan sepuluhnya adalah laki-laki. Sejak kecil kami adik-beradik selalu ditanamkan oleh orangtua harus mementingkan pendidikan.

Bisa diceritakan dimana Anda bersekolah sampai jadi sarjana?
Semasa kecil sampai SMP saya bersekolah di Musi Rawas, barulah waktu SMA saya merantau ke Jakarta bersekolah di salah satu SMA favorit di sana. Selanjutnya saya melanjutkan jenjang sarjana di Institut Sains Dan Teknologi Nasional (ISTN).

Sebagai anak dari desa, apakah Anda minder bersaing dengan anak-anak di ibukota semasa sekolah dulu?
Awalnya ya, saya merasa seorang perempuan dan dari desa. Namun, saya buktikan saya mampu dapat juara dan melanjutkan kuliah di ISTN. Setelah tamat kuliah, alhamdulilah saya lulus PNS di Kementrian PU.

Background Anda adalah seorang birokrat, lalu kenapa Anda berani terjun ke Politik? Apalagi Anda seorang perempuan.
Waktu saya bekerja sebagai ASN itu kan sering datang ke daerah-daerah dan melihat pembangunan di daerah yang cukup miris. Lalu, saya berpikir bagaimana saya bisa berbuat untuk kampung halaman, salah satu jalan adalah memegang kuasa pimpinan. Dengan demikian saya dapat berbuat banyak membawa perubahan.

Banyak yang tidak menyangka Anda bisa mengalahkan Petahana, itu bagaimana Anda melihatnya?
Sebelum saya maju di Pilkada tentu ada perhitungan kan? Dari hasil berbagai lembaga survei kami memiliki peluang menang, lalu saya beranikan diri untuk maju.

Apa yang membuat Anda yakin menang pada saat itu?
Saya niat ikhlas maju Pilkada untuk membangun Musi Rawas. Saat kampanye hanya tawarkan pembangunan, infrastruktur, dan beberapa item lain yang dibutuhkan masyarakat di Musi Rawas. Jika ingin berubah maka pilihlah saya.

Anda ini luar biasa, maju pilkada dengan mengalahkan Petahana dengan selisih suara cukup telak. Apa sih rahasianya?
Masyarakat Musi Rawas ini sudah pintar, mereka butuh perubahan. Sama seperti bahasa Romawi kuno saya ini Veni, Vidi dan Vici (Saya datang, Saya melihat, dan Saya telah menaklukkan).

Ketika Anda akan mencalonkan diri bagaimana respon suami?
Alhamdulilah suami saya itu sangat mendukung, ketika akan maju saya ngobrol dengan suami dan mendapatkan restu dari suami saya. Termasuk resiko serta taktik suami saya selalu berikan wejangan.

Musi Rawas ini cukup unik, ketua TPPK nya adalah seorang laki-laki yakni suami Anda. Itu bagaimana ceritanya?
Nah inilah salah satu bukti dia mendukung saya dengan bersedia jadi Ketua TPPK. Sesuai surat edaran dari Mendagri di akhir tahun 2020, apabila kepala daerahnya perempuan, maka ketua TPPK nya adalah sang suami. Alhamulilah suami saya mau dan mendukung penuh.

Politik itu kejam, banyak sekali bully ataupun berita hoaks akan menerpa. Bagaimana Anda menyikapinya?
Saya tidak pernah takut walaupun saya perempuan dan seorang bupati saya siap menerima resiko itu. Kita tidak jadi kepala daerah saja pasti ada hal seperti itu, jadi kenapa harus takut. Dalam hidup ini saya berprinsip semua harus kita hadapi, yang terpenting kita tetao bekerja pada jalur kebaikan dan tentunya untuk membangun Musi Rawas semakin baik ke depan. (oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved