Virus Corona di Sumsel

Waspada Gelombang Ketiga Covid-19! Epidemiolog Imbau Warga Sumsel Jangan Euforia Libur Nataru

Berdasarkan prediksi para pakar kesehatan di Indonesia, gelombang ketiga Covid-19 diprediksi bakal terjadi pada musim liburan mendatang.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi virus corona (Covid-19). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Epidemiologi Universitas Sriwijaya (Unsri), Iche Andriyani Liberty mengimbau kepada masyarakat Sumsel agar jangan terlalu euforia dalam menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang akan berlangsung pada akhir tahun mendatang.

Menurutnya, berdasarkan prediksi para pakar kesehatan di Indonesia, gelombang ketiga Covid-19 diprediksi bakal terjadi pada musim liburan mendatang.

Hal tersebut dikarenakan bakal tingginya mobilisasi masyarakat baik yang datang maupun keluar Sumsel.

"Libur Nataru pasti akan tinggi mobilisasi masyarakat. Jadi jangan terlalu euforia. Apalagi para ahli memprediksi gelombang ketiga akan terjadi pada Nataru," katanya, Selasa (2/11/2021).

Iche mengungkapkan, prediksi adanya gelombang ketiga Covid-19 bukan merupakan hal terencana seperti stigma negatif dari sebagian masyarakat.

Bakal terjadinya gelombang ketiga tersebut diprediksi para ahli melalui beberapa indikator seperti mobilisasi masyarakat dan akan kendornya prokes masyarakat saat liburan.

Iche menyebut, dengan diprediksinya bakal terjadi gelombang ketiga Covid-19 masyarakat diminta jangan kendor prokes dan pemerintah harus terus memaksimalkan 3T.

Penerapan prokes ketat dan gencarnya tindakan 3T, diakui Iche sudah berhasil membuat Covid-19 melandai.

Terbukti, dengan maksimalnya 3T dan prokes ketat sejak Agustus terjadi penurunan kasus signifikan.

"Antisipasinya harus lebih tinggi lagi. Intinya, 3T dan prokes inilah yang dapat menekan terjadinya sebaran Covid-19," tegasnya.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nuraini meminta masyarakat jangan kendor dalam menerapkan prokes meski saat ini kasus Covid-19 terus membaik.

Lesty mengungkapkan, melandainya kasus Covid-19 dapat dilihat dari rata-rata kasus per hari di Bumi Sriwijaya yang dimana saat ini angka kasusnya selalu berada di bawah angka sepuluh kasus.

"Tingkat kesembuhan kita tinggi, bahkan kasus aktif harian hanya 0,15 persen jauh di bawah nasional. Per harinya penambahan kasus aktif sekarang berada di bawah 10 kasus," katanya.

Sementara itu dari data sebaran kasus Covid-19 di Sumsel update, Senin (1/11/2021) tercatat kasus aktif pasien Covid-19 tinggal 56 kasus, pasien sembuh 56.737 dan meninggal dunia 3075 orang.

Untuk sebaran zona Covid-19, dari 17 kabupaten/kota di Sumsel sebanyak 16 daerah masuk zona kuning dan Kabupaten Musi Banyuasin masuk zona hijau.

"Prokes kita masih fluktuatif. Maka itu masyarakat harus tetap tingkatkan prokes jangan sampai lengah," jelas Lesty.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved