Buya Menjawab

Kehidupan di Akhirat Berdasarkan Status Sosialnya di Dunia?

Di akhiirat nanti ummat manusia ini memperoleh kehidupan yang menyenangkan berdasarkan status sosialnya di dunia ini, apa ada pertimbangan lain.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM -- Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA, di akhiirat nanti ummat manusia ini memperoleh kehidupan yang menyenangkan berdasarkan status sosialnya di dunia ini, apa ada pertimbangan lain. Mohon penjelasan, Buya. Terima kasih.
08965093xxxx

Jawaban
Wa’alaikumussalam.Wr.Wb.

ANANDA, bisa juga karena seseorang sebagai pemimpin yang adil dia akan memperoleh kehidupan yang senang kelak di akhirat. Apapun status social kita di dunia ini, pangkat jabatan, hartawan, usahawan, nanti di akhirat hanya terbagi kepada dua kelompok saja.

Kelompok pertama di neraka dan kelompok kedua di surga. Merujuk kepada surah Azzumar.

Setelah melalui mekanisme hisab, masing-masing mengikuti ketentuan yang Maha Adil; maka tempat yang disediakan Allah swt. ada dua yaitu Neraka dan Surga; Allah swt. menyatakan dalam firman-Nya,pada Surat Az zumar sebagai beikut: "Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Setelah mereka sampai ke neraka, mereka dibukakan pintu-pintunya dan penjaga-penjaga neraka itu berkata kepada mereka, "Apakah belum pernah datang kepada kamu Rasul-rasul di antaramu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan pada hari ini"! Mereka menjawab, "Benar"(telah datang).", Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab Allah terhadap orang-orang kafir. Dikatakan kepada mereka "Masuklah lewat pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya." Maka Neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Dan orang-orang yang bertaqwa itu di bawa ke dalam Surga berombong-rombongan (pula), setelah sampai pintu-pintu surga itu terbuka dan penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, "Kesejahteraan (berlimpah) atasmu berbahagialah kamu! Maka masuklah ke dalam surga ini sedang kamu kekal di dalamnya. Dan mereka mengucapkan, "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi Janji-Nya kepada kami dan telah menyediakan kepada kami tempat ini dan kami (diperkenankan) menempati tempat di dalam surga di mana saja yang kami kehendaki, maka surga inilah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal." (QS39. Azzumar ayat 71-72-73-74)

Allah menyiapkan tempat bagi hamba-hamba-Nya, sesuai dengan hasil yang diperoleh mereka selama diberikan kesempatan mengumpulkan amal ibadah di alam dunia. Bagi yang lalai, maka lebih banyak amal kejahatannya, nerakalah tempatnya. Bagi yang selalu ingat akan hari pembalasan, mereka lebih banyak amal kebaikannya, maka surgalah tempatnya.

Bagaimana kedahsyatan siksa di neraka, Rasulullah Saw menggambarkannya dalam keterangan beliau: "Dari Ibnu Mas'ud ra. Berkata, Rasulullah saw. bersabda: "Pada hari Kiamat nanti neraka Jahannam itu akan didatangkan dengan tujuh puluh ribu kendali, dimana setiap kendali ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat". (Riwayat Muslim)

Di dalam keterangan beliau, dari Nu'man bin Basyir ra. berkata: "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya seringan-ringan siksaan ahli neraka nanti pada hari kiamat yaitu seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara (api) dan dapat mendidihkan otaknya, ia berpendapat bahwa tidak ada seorangpun yang lebih berat siksaannya, padahal siksaan itu adalah siksa yang paling ringan bagi ahli neraka." (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Bagi mereka yang lalai menyiapkan diri akan hari pembalasan ini, tidak dapat mengelak dari keputusan Allah swt. Yang Maha Adil. Allah swt. menyatakan dan firman-Nya; "Dan tidak ada seorang pun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhan adalah suatu kepastian yang telah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membuatkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut". (QS.19 Maryam:71-72)

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Dalam menafsirkan ayat di atas para ahli tafsir berbeda pendapat; Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Sumaiyah yang berkata, "Kita berbeda pendapat tentang maksud kata "mendatangi neraka". Sementara ulama menafsirkan bahwa orang yang Mukmin tidak akan memasukinya, sedang yang lain berkata, bahwa semua orang tanpa kecuali mendatangi neraka lebih dahulu, kemudian diselamatkanlah orang-orang yang bertakwa, sebagaimana dinyatakan dalam ayat kedua. (Tafsit Ibnu Katsir Vol. V. hal. 220)

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Siti Hafsah, istri Rasulullah saw. bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya aku mengharap. Insya Allah seseorang yang turut dalam perang Badar dan perang al-hudaibiyah tidak akan masuk neraka." Maka Hafsah berkata kepada Rasulullah saw., "Bukankah Allah berfirman, "Tidak seorangpun daripada kamu melainkan akan mendatanginya." Rasulullah saw. menjawab dengan membaca lanjutan ayat yang artinya: "Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan menjadikan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut".

Yazid Ar-Raaqqasyi dari Anas bin Malik; Jibril as. berkunjung kepada Nabi Muhammad saw. di waktu bukan saatnya, mukanya kelihatan ada perubahan, Nabi Muhammad saw. bertanya: "Aku tidak pernah melihatmu berubah?" Jawabnya:"Ya Muhammad aku datang bertepatan dengan perintah Allah tentang penyulutan api neraka, maka sungguh tidak pantas bagi yang mengetahui tentang kenyataan neraka jahannam, siksa kubur, dan siksaNya yang terbesar, lalu bergembira, sebelum bebas/aman darinya. Beliau bersabda:"Hai Jibril, jelaskan sifat-sifat jahannam tersebut! Jawabnya:" Bahwasanya sesudah selesai jahannam diciptakan, lalu Allah swt. menyalakannya selama 1000 tahun sampai merah, 1000 tahun lagi sampai putih, dan 1000 tahun lagi hingga hitam gelap, dan sejak itu terus nyala membara tidak kenal padam sesaatpun. Demi Allah jika terjadi kebocoran sebesar lubang jarum saja, pasti penghuni dunia musnah terbakar hangus akibat panasnya. Demi Allah, jika kain/baju penghuni neraka ditanggalkan di antara langit-bumi, pasti binasa penghuni dunia akibat panas dan basinnya. Demi Allah, jika satu mata rantai neraka diletakkan di atas bukit, pasti bukit/gunung itu mencair sampai ke bawah bumi yang ketujuh. Demi Allah jika seseorang disiksa di kutub barat, pasti masyarakat kutub timur hangus terbakar karena panasnya. Neraka jahannam adalah sangat dalam, dihiasi besi, air campur nanah minuman (penghuninya), potongan api pakaiannya. Di sana terdapat 7 pintu setiapnya ada bagian tertentu dari pria dan wanita. Tanya Nabi Muhammad saw.: "Pintunya apakah seperti pintu-pintu rumah kami? Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, satu dengan lainnya berjarak 70.000 tahun, setiapnya 70x lipat dari lainnya. Lalu musuh-musuh Allah dihalau, sampai ke pintu disebut malaikat Zabaniyah dengan rantai belenggu, rantai dimasukkan mulut mereka hingga menembus pantat, tangan kiri diikat ke leher, tangan kanan dimasukkan dada menembus bahu, syetan merangkul setiap manusia yang masuk kedalamnya dan malaikat menyambut dengan pukulan besi, mereka tidak dapat keluar darinya. Selanjutnya Nabi Muhammad saw. bertanya: "Siapakah yang masuk lewat pintu-pintu tersebut? Jawabnya: "Orang Munafik, melewati pintu paling bawah, termasuk orang kafir akibat menentang mu'jizat Nabi Isa as., dan golongan Fir'un, nama pintu itu Al-Hawiyah. Sedang pintu kedua disebut Jahim dan yang melewatinya adalah kaum musyrikin. Dan pintu ketiga disebut Saqar, dilewati kaum Shabi'in. Dan pintu keempat disebut Ladhaa dilewati Iblis dan penyembah api (Kaum Majusi) Dan pintu kelima disebut Huthamah, dilewati orang-orang Yahudi. Dan pintu keenam disebut Sa'ir, dilewati orang-orang Kristen.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Kemudian diamlah Jibril, rupanya dia menghargai Rasulullah saw. sampai beliau bertanya: "Kenapa pintu ketujuh tidak engkau jelaskan, Jibril? Jawabnya: "Pintu yang dilewati ummatmu yakni orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar, tetapi tidak bertaubat hingga datang ajalnya (sampai mati). Lalu beliau pingsan mendengar penjelasan tersebut, sampai Jibril meletakkan kepala beliau di atas pangkuannya, baru setelah sadar beliau bersabda: "Hai Jibril, sungguh aku sangat gelisah dan penuh prihatin, betulkah seseorang dari umatku akan masuk neraka? Jawabnya: "Betul, yakni umatmu yang selalu melakukan dosa-dosa besar". Lalu beliau menangis diikuti dengan tangisnya Jibril as., hingga beliau masuk rumah tidak keluar, kecuali melakukan shalat dan tiada seorangpun yang diajak berbicara, diwaktu shalatpun beliau menangis, selalu berdo'a kepada Allah swt.

Tetapi nanti ummat Nabi Muhammad Saw yang masuk neraka itu, memperoleh syafaat Rasulullah saw. Maka dibawalah mereka ke sungai di depan pintu surga yang bernama: "Nahrul Hayawan", setelah mandi berubahlah menjadi pemuda yang tampan (pemudi yang cantik jelita) bagaikan bulan bola matanya, tapi pada dahinya tertulis: AL-JAHANNAMIYYUN" (bekas penghuni Jahannam) yang kemudian masuk surga. Dan ketika penghuni neraka (dari golongan orang-orang kafir) melihat mereka bebas dari hukuman, berkatalah penghuni neraka: "Seandainya kami beragama Islam ketika hidup di dunia, pasti kami dibebaskan dari neraka". Yang demikian itu disebutkan dalam Al-Quran sebagai berikut: RUBBAMAA YAWADDULLAZINA KAFARUU LAU KAANUU MUSLIMIIN.

Demikian jawaban atas pertanyaan ananda.

ilustrasi
Update 28 Oktober 2021. (https://covid19.go.id/)
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved