Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Kesultanan Palembang Disebut Kalah Pamor dengan Sriwijaya, Sejarawan Sebut Beda Zaman: Bukti Ada

Kerajaan Sriwijaya itu periodenya pada masa penyebaran agama Hindu-Budha, sementara untuk Kesultanan Palembang Darussalam itu pada masa agama Islam

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Soegeng Haryadi
TANGKAPAN LAYAR SRIPOKUTV
Sejarawan Palembang Kemas Ari Panji bersama wartawan Sripo Rahmaliyah dalam wawancara Bicara Sejarah yang membahas Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang Darussalam. 

SAMPAI saat ini stigma mengenai Kesultanan Palembang Darussalam "tenggelam" oleh Kerajaan Sriwijaya masih santer terdengar. Namun pernyataan itu diluruskan oleh Sejarawan Palembang, Kemas Ari Panji. Dalam wawancara dengan wartawan Sriwijaya Post Rahmaliyah, Kemas Ari Panji menjelaskan kedua kerajaan tersebut memang ada di Palembang namun berbeda zaman. Dan bukti-bukti kedua kekuasaan tersebut masih ada hingga saat ini. Berikut petikan wawancaranya.

************

Bisa dijelaskan mengenai perbedaan antara Kerajaan Sriwijaya dan Palembang Darussalam?
Dua kerajaan ini memang benar adanya, keduanya berada di zaman yang berbeda. Kerajaan Sriwijaya itu periodenya pada masa penyebaran agama Hindu-Budha, sementara untuk Kesultanan Palembang Darussalam itu pada masa penyebaran agama Islam.

Artinya kedua kerajaan ini berbeda masa?
Tentu saja. Jadi setelah kerajaan Sriwijaya itu runtuh, baru muncul Kerajaan Palembang Darussalam yang kemudian bergeser menjadi Kesultanan Palembang Darussalam.

Lalu, kenapa masih ada stigma dikaitkan seakan Kesultanan Palembang Darussalam kalah pamor dari Sriwijaya?
Kadang-kadang orang itu terbawa romantisme saja. Mereka lantas mengaitkan dengan konotasi "tenggelam" atau sebaliknya. Padahal dua kerajaan ini jelas hadir dalam periode berbeda, namun tetap saja keduanya ini berkesinambungan.

Sempat ada argumen dari Budayawan nasional Sriwijaya itu fiktif, bagaiman Anda melihatnya?
Fiktifnya itu dari mana? Kalau kita lihat kan sampai sekarang masih banyak peninggalan Sriwijaya. Sah-sah saja kalau ada yang berpendapat. Faktanya peninggalannya di Sumsel itu banyak.

Apa bukti kuat bahwa Sriwijaya itu bukan fiktif?
Contoh nyatanya kita bisa lihat dari adanya temuan prasasti-prasasti ditemukan di sejumlah wilayah Nusantara khususnya Palembang.

Lalu bagaimana Kesultanan Palembang?
Kesultanan Palembang Darussalam meninggalkan catatan dalam bukti berupa artefak atau benda, yang dimana semua itu membuktikan adanya masa kerajaan ini.

Bisa dijelaskan benda atau bukti peninggalan dua kerajaan tersebut?
Bukti peninggalan kedua kerajaan ini sampai sekarang masih bisa kita saksikan. Zaman Sriwijaya ada prasasti dan artefak atau benda. Sementara untuk Palembang Darussalam bukti nyatanya adalah Masjid Agung Palembang. Dimana masjid ini sudah ada sejak zaman Palembang Darussalam.

Artinya, dengan adanya peninggalan secara tulisan dan benda kerajaan ini ada?
Jelas, secara tulisan, catatan dan benda kerajaan ini benar pernah ada di wiliayah kita. Kedua kerajaan ini ada di masa yang berbeda, jadi kalau dikatakan Sriwijaya dan Palembang Darussalam itu fiktif dari mana. Itu subjektif saja dari yang ber argumen.

Benarkah pamor Kesultanan Palembang Darussalan kalah dari Sriwijaya?
Itukan hanya pendapat, kita tidak bisa melarang orang berpendapat. Tenggelam atau tidak dilihat dari sisi mana dulu? Kalau dari sisi bukti terkini, justru peninggalan Sriwijaya banyak hilang. Berbeda dengan Palembang Darussalam yang masih banyak kita jumpai.

Berarti Anda tidak sepakat Palembang kalah pamor dari Sriwijaya?
Kalau dari waktu memang Sriwijaya lebih lama berjaya di Nusantara dibandingkan Palembang Darussalam. Pendapat itu subjektif, apalagi bukti dan peninggalan sejarah sangat banyak.

Apa imbauan kepada generasi muda untuk sejarah di Bumi Sriwijaya ini?
Saya menekankan bahwa dua kerajaan ini memang ada. Apalagi arkeolog terus menggali dan mendalami keberadaan dua kerajaan ini. Jadi, marilah sama-sama kita terus belajar dan memahami sejarah kita. Kalau ada yang berpendapat ya silahkan, tetapi generasi muda harus melihat dari sisi fakta yang ada. (oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved