Breaking News:

Buya Menjawab

Sholat Jumat di Masjid Berdekatan

Ada masjid yang berdekatan jaraknya dan suara sound systemnya baik sholat 5 waktu maupun Jum’at bersahut-sahutan apalagi ketika khutbahnya.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM / Bayazir Al Rayhan
Ilustrasi - Jemaah masjid Agung Kota Palembang saat mendengarkan Khotbah saat melaksanakan Sholat Jumat, Jumat (5/6/2020) 

SRIPOKU.COM -- Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA sekarang ini kecendrungan masyarakat Islam membangun masjid, sehingga ada masjid yang berdekatan jaraknya dan suara sound systemnya baik sholat 5 waktu maupun Jum’at bersahut-sahutan apalagi ketika khutbahnya. Bahkan ada wacana mau mengadakan sholat Jum’at dua kali di satu masjid.

Bagaimana hukumnya Buya? Mohon penjelasan. Terima kasih.

08965093XXXX

Jawaban
Wa’alaikumussalam.Wr.Wb.
Syarat sah sholat jum’at menurut Mazdhab Syafii tidak boleh didahului atau disamai oleh shalat Jumat lain di satu tempat dengan tempat yang lain dalam satu kampung atau satu daerah, kecuali jika daerah itu sangat besar dan sulit untuk mengumpulkan jamaah di satu tempat. Sebab-sebab sulitnya mengumpulkan jamaah bisa karena banyaknya orang atau mereka saling berbeda faham yang sulit dikompromikan, atau jaraknya terlalu jauh sehingga tidak kedengaran suara azan. Alasannya adalah Rasul Saw. dan para sahabat Khulafaurrasyidin dan Tabi’iin tidak pernah melakukan kecuali satu jum’at di satu tempat saja.Untuk mencapai tujuan utama , yaitu menampakkan symbol- symbol persatuan dan persamaan opini.Jika ada pelaksanaan sholat Jum’at yang bersamaan di satu daerah yang berdekatan maka yang sah adalah di masjid yang lebih dahulu Takbiratul ihram. (Wahbah Zuhayli, al Fiqhul Islam wa adillatuhu, Jilid II, Darul Fikr 1997 hlmn.1332)

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Mazhab Maliki melarang mendirikan sholat Jum’at di dua masjid atau lebih dalam satu kota. Jika terjadi berbilang dalam pelaksanaannya, maka sholat yang sah hanyalah di masjid yang pertama dibangun atau masjid yang tertua, yaitu masjid yang dilakukan sholat Jum’at pertama di suatu daerah, meskipun pembangunannya lebih akhir dari masjid-masjid lain. (Asy- Syarh ash- shaghiir, jili 1.hlmn. 500)

Mazdhab Hambali, Syafi’I, dan Maliki seperti yang telah disebutkan di atas menyatakan, jika daerahnya besar dan membutuhkan beberapa masjid, atau suatu daerah berada dalam kondisi takut terjadi fitnah, dimana terjadi permusuhan di antara penduduk setempat, ataupun karena luasnya daerah tersebut dan jarak yang jauh di antara ujungnya maka mengikuti sholat jumat disemua masjidnya diperbolehkan. (al–Mughniy, jilid 2.hlmn.334)

Pendapat mayoritas ulama (Mazhab Maliki yang termasyhur, lalu mazhab Syafi’I dan Hambali), serta imam al-Kasany dari mazhab Hanafi, melarang pelaksanaan shalat Jum’at secara berbilang (di beberapa masjid yang berdekatan) kecuali karena diperlukan.

Adapun mazhab Hanafi mengatakan boleh melaksanakan sholat jumat lebih dari satu sholat jumat di dalam sebuah kota untuk menghindari kesulitan yang terjadi disebabkan jauhnya jarak bagi sebagian besar jamaahnya. (Wahbah Zuhayli, Al Fiqhul Islam wa adillatuhu jilid II hlmn.394)

Adapun wacana mengadakan sholat jum’t dua kali di dalam satu masjid, tidaklah menurut sunnah, sedangkan sholat Jum’at di dua masjid yang berdekatan saja yang sah adalah yang lebih dahulu Takbiratul Ikhrom.

Demikian penjelasan pertanya jamaah sholat Jum’at. (*)

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Tags
Masjid
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved