Berita Viral

Oknum Guru Sempat Ajak Duel Siswa, Orangtua Sebut Anaknya Mengeluh Pusing dan Mual Usai Dipukul

Oknum Guru Sempat Ajak Duel Siswa, Orang Tua Sebut Anaknya Mengeluh Pusing dan Mual Usai Dipukul

Penulis: Rahmaliyah | Editor: pairat
Kompas TV
Oknum guru pukul siswa di Jawa Tengah 

SRIPOKU.COM - Jagat maya dihebohkan oleh aksi oknum guru yang pukul siswa di tengah lapangan.

Video berdurasi 21 detik itu menjadi ramai dan banyak diprotes oleh warganet.

Diketahui, Kejadian itu terjadi di SMPN 1 Karanganyar Kabupaten Pekalongan, pada Senin (18/10/2021).

Dilansir dari Tribun Jateng, Korban yang diketahui itu siswa kelas 9, berinisial ATS (15), warga Dukuh Krandon RT 4 RW 2, Desa Karanggondang, Kecamatan, Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

ATS menceritakan, kejadian itu berawal saat ia bercanda dengan teman temannya di sekolah. Tiba tiba, ada seorang siswa yang melempar kaleng.

Di waktu bersamaan, oknum guru yang bersangkutan melintas.

Usai melempar kaleng, sejumlah siswa pun berlari. ATS pun merasa bingung kenapa teman-temannya lari. Ia pun lari menyusul temannya untuk menanyakan kenapa lari.

Baca juga: AIR Mata Camat Menetes, Guru SD Tinggal Bersama Kambing: 17 Tahun Mengajar Digaji Rp 350 Ribu/Bulan

"Saya kan lari, gak sengaja tangan saya menyenggol pintu, brak gitu. Jadi saya kira guru itu mau tanya siapa yang pukul pintu, tapi ternyata tanya siapa yang lempar kaleng."

"Setelah itu, saya dibawa ke lapangan sekolah hingga akhirnya dipukul di sejumlah bagian tubuh. Bahkan oknum guru itu sempat mengajak berkelahi.

Saya dipukul mulai dari kepala, dada, sampai pinggang. Saya dipukul dari belakang satu kali, di jidat dua, dada tiga kali, pinggang itu lima atau sepuluh. Karena yang banyak yang pinggang. Memang keras mukulnya," katanya.

Korban sendiri merupakan anak dari pasangan Amad Saudi (50) dan Dumiyati (39). Sedangkan oknum guru diduga melakukan pemukulan adalah guru bahasa indonesia berinisial S.

Dumiyati (39) orangtua korban menceritakan, awalnya ia tidak mengetahui kalau anaknya menjadi korban penganiayaan oleh oknum guru.

Baca juga: Pilunya Perjuangan Guru dan Siswa di NTT, Nekat Lakukan Adegan Ini demi Dapat Sinyal Internet

"Kami awalnya tidak tahu, kalau anak saya dipukul di sekolah. Pas waktu pulang sekolah anak saya itu langsung tidur. Setelah dibangunin untuk makan, dia bilang lagi pusing. Terus nanya ada obat Bodrex gak? Terus minum Bodrex. Terus tidur lagi sampai malam. Gak cerita apa-apa," kata Dumiyati kepada

Kemudian, selang satu hari ia melihat video berisi tentang penganiayaan seorang oknum guru terhadap siswa.

Setelah memperhatikan, anak yang ada di dalam video itu adalah anaknya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved