Berita Religi

Apa Penyebab Doa tak Dikabulkan Allah? Berikut Penjelasan KH M Syauqi, Anak Almarhum KH Zainuddin MZ

KH Syauqi menyampaikan kepada tamu undangan dalam tausiahnya doa seseorang tidak dikabulkan Allah SWT tetapi sudah mengaku beriman.

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi berdoa 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Bupati Banyuasin H Askolani Jasi menggelar haul meninggalnya sang istri Heryati ketiga tahun dan juga sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman pribadinya di Kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Senin (18/10/2021) malam.

Dalam kegiatan yang dihadiri Forkopimda, para pejabat OPD hingga warga sekitar ini, menggelar yasinan dan juga tausiah yang disampaikan anak kiyai kondang almarhum KH Zainudin MZ.

Dalam tausiyahnya, anak Dai Sejuta Umat yakni KH M Syauqi Zainuddin MZ mengangkat tema matinya hati seseorang.

Saat menyampaikan tausiahnya, KH Syauqi mengingatkan pada sosok sang ayah KH Zainudin MZ.

Karena, gaya menyampaikan tausiah dan juga tutur saat bertausiah hampir mirip dengan KH Zainuddin MZ.

KH Syauqi menyampaikan kepada tamu undangan dalam tausiahnya doa seseorang tidak dikabulkan Allah SWT tetapi sudah mengaku beriman.

Di sini, sambil menyampaikan tausiahnya, KH Syauqi sesekali juga menyelipkan candaan.

Menurutnya, seseorang jangan mengaku beriman tetapi tak salat atau salatnya masih sekedarnya saja.

Tak sedekah atau sedekah masih dihitung-hitung.

Penyebab doa seseorang tidak dikabulkan Allah SWT karena hati seseorang itu mati.

Seseorang sudah merasa terlalu kenal dengan Allah, jadi jarang menyembah dan sujud kepada Allah.

Kewajiban kepada Allah tidak dilaksanakan, bagaimana doa mau dijawab Allah.

"Kalau orang Jakarta itu, baru ingat Allah, ketika susah dan punya masalah. Contohnya saja saat kejedot, ya Allah sakitnya. Ingat sama Allah, sudah itu lupa lagi. Kalau orang Banyuasin, sama juga seperti itu," katanya yang membuat tamu undangan spontan tepuk tangan.

Syauqi menjelaskan ada empat tingkatan iman kepada Allah.

Tingkatan iman ini, ada yang selalu naik tak pernah turun.

Iman yang tidak pernah naik dan juga tidak pernah turun, imam yang tak pernah naik dan selalu turun dan yang terakhir iman selalu naik turun.

Tingkatan pertama iman selalu naik dan tak pernah turun adalah iman para nabi.

Makin diuji, makin tebal imannya para nabi.

Seperti yang dialami Nabi Muhammad SAW, saat akan menyebarkan ajaran Islam pertama kali, halangan pertama datang dari pamannya sendiri.

"Tidak ada dalam sejarah para nabi, nabi minta pensiun menjadi nabi ketika diuji. Tetapi, ketika pak RT diuji atau kepala dinas di uji, langsung dah minta mundur. Betul apa betul," ujarnya hingga spontan membuat para tamu tertawa.

"Itu iman para nabi, terus naik dan tidak pernah turun," kata Syauqi.

Ia kembali melanjutkan iman yang kedua yakni iman yang tak naik dan tak juga turun.

Ini adalah iman para malaikat, yang stabil tidak naik dan juga tidak turun.

Karena, lanjut Syauqi, malaikat diciptakan hanya tunduk kepada Allah.

Karena malaikat hanya diberikan akal, tetapi tidak diberi nafsu.

Malaikat menjalankan sesuai dengan tugas yang diberikan Allah kepadanya.

Karena, malaikat hanya menuruti perintah Allah dan tunduk kepada Allah. Sehingga, imannya selalu stabil tidak naik maupun turun.

"Coba kalau malaikat imannya tidak stabil, jadi susah kita. Betul apa betul, bapak, ibu," tanyanya kepada para tamu.

"Betul," spontan dijawab para tamu.

"Betul. Kenapa, kalau malaikat imannya tidak stabil nanti malaikat pencabut nyawa bisa semaunya nyabutin nyawa orang. Misal sesuai abjad, dari A dulu atau siapa yang dibencinya. Modar-modar, manusia dibuatnya," katanya yang membuat tamu undangan kembali tertawa.

"Bukan saya pak bupati, majelis yang menyambungkan huruf A," canda Syauqi.

Syauqi mencontohkan, karena ketundukan malaikat dengan Allah, sampai saat ini ada malaikat yang belum bekerja.

Sejak diciptakan, sampai saat ini sama sekali makan gaji buta.

"Siapa dia, malaikat peniup terompet sangkakala. Jangan sampe ya, kalau malaikat ini meniup terompetnya, udeh kita habis semua," katanya yang kembali membuat tamu undangan tertawa.

"Satu lagi, malaikat pembagi rezeki. Yang diperintahkan Allah bagikan, ya bagikannya. Mau dia muslim atau kafir sekalipun, pasti dibagikannya. Gak ada, laporan sama Allah, minta tambahan anggaran langit karena tiba-tiba habis," katanya yang kembali tamu undangan tertawa.

Dengan gaya khas sang ayah yang dipakainya untuk menyapa tamu undangan dan melanjutkan tausiahnya, Syauqi mengungkapkan imam yang ketiga ini tak pernah naik bahkan selalu turun.

Iman ini merupakan iman para hewan, tidak pernah naik dan terus turun. Karena, hewan hanya diberikan nafsu, tetapi tidak diberikan akal.

"Ya kalau bapak-bapak di sini, ketinggalan makan malam dan pulang ke rumah mau makan. Lihat di atas meja ada satu potong ikan goreng, ikan di atas meja bapak-bapak pergi mengambil piring dan nasi. Saat kembali ke meja, ikan sudah dicolong kucing. Bapak-bapak marah, kucing ini nyolong ikan saya. Ya kucing pak, punya nafsu, gak ada akal," katanya.

"Saya contohkan lagi, ayam misalnya. Ketika mau naik, ya naik aja dia. Mana ada lihat kanan kiri, rame orang atau enggak. Bodoh amat hajar aja, ya itu ayam. Betul apa betul," katanya yang membuat tamu kembali tertawa.

Semakin malam, karena para tamu sudah menikmati tausiah yang disampaikan dan sudah terbawa suasana. Syauqi kembali melanjutkan tausiahnya.

Menurut Syauqi, terakhir iman ini yang naik turun.

Imannya manusia kadang naik kadang turun.

Iman manusia naik turun wajar, karena manusia komplit dan komplek.

Manusia ada akal dan nafsu.

Kalau akal menang, maka manusia itu jadi malaikat berbaju manusia.

Tetapi, kalau nafsu yang menang maka akan lebih parah dari hewan.

"Betul apa betul pak, bu. Oi, oi," tanyanya kepada para tamu.

"Saya mencontohkan, kalau manusia selalu salat, bersedekah, silahturahmi dan semua yang diperintahkan Allah dijalankan dan menjauhi larangan Allah, maka jadi malaikat berbungkus manusia," katanya.

"Tapi, kalau manusia tidak menggunakan akal dan nafsu yang menang, ini lebih parah dari iman hewan. Kenapa, lah iya kalau kucing cuma nyolong satu potong ikan saja, ini kalau sudah manusia nafsunya yang menang, bukan cuma ikan tapi dana bansos kena colong," ujarnya yang membuat tamu undangan spontan bertepuk tangan.

Syauqi menceritakan, bagaimana ayahnya almarhum KH Zainudin menasihatinya.

Dalam nasihat sang ayah kepadanya, carilah kawan yang bisa membuat kamu benar, bukan kawan yang selalu membenarkan apa yang dilakukan.

Bila mencari kawan yang dapat membenarkan tindakan, maka akan selamat.

Tetapi, kalau cari teman yang membenarkan semua tindakan maka akan ikut dalam masalah tersebut.

Maka dari itulah, sebagai manusia jangan pernah pisahkan Allah dari kehidupan sehari-hari sehingga selalu takut dan bersyukur apa yang diberikan Allah.

Harus memperbaiki lagi ibadah kepada Allah.

Jangan ibadah sebagai kewajiban, tetapi ibadah jadi satu kebutuhan.

Karena sekarang ini sangat banyak manusia yang memperhatikan jasmani, tetapi kebutuhan rohani dilupakan.

"Itu tadi yang pertama. Ibadah hanya kewajiban bukan kebutuhan kedua, menikmati rezeki yang setiap hari yang diberikan, tetapi lupa untuk bersyukur kepada Allah. Karena, manusia ini baru akan bisa merasakan nikmat, ketika nikmat itu berkurang atau tidak bisa menikmatinya lagi," katanya.

"Ketiga, doa yang belum dijawab Allah. Manusia itu lupa bahwa kematian itu pasti. Sering lupa untuk mempersiapkan datangnya kematian itu sendiri. Karena, banyak berpikir untuk hidup enak, tetapi tidak memikirkan mati nikmat," katanya.

Panjang tausiah yang disampaikan KH Syauqi Zainuddin MZ di hadapan Bupati Banyuasin H Askolani Jasi dan juga para tamu undangan.

Syauqi berpesan, kepada tamu undangan maupun untuk dirinya sendiri, bila ingin doa dikabulkan Allah dekatkan diri kepada Allah dengan iman.

Jadikan ibadah sebagai kebutuhan, selalu bersyukur atas rezeki dari Allah dan mempersiapkan datangnya kematian.

Sedangkan Bupati Banyuasin H Askolani Jasi menuturkan, acara yang dilaksanakan ini dalam rangka memperingati tiga tahun sang istri Heryati dan juga sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Apa yang disampaikan KH Syauqi tadi, bisa mempertebal iman kita kepada Allah. Kami memohon juga, semoga masyarakat Banyuasin mempersembahkan doa kepada istri kami ini," ujarnya. (m ardiansyah)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved