Berita Religi

Apa Penyebab Doa tak Dikabulkan Allah? Berikut Penjelasan KH M Syauqi, Anak Almarhum KH Zainuddin MZ

KH Syauqi menyampaikan kepada tamu undangan dalam tausiahnya doa seseorang tidak dikabulkan Allah SWT tetapi sudah mengaku beriman.

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi berdoa 

Tetapi, kalau nafsu yang menang maka akan lebih parah dari hewan.

"Betul apa betul pak, bu. Oi, oi," tanyanya kepada para tamu.

"Saya mencontohkan, kalau manusia selalu salat, bersedekah, silahturahmi dan semua yang diperintahkan Allah dijalankan dan menjauhi larangan Allah, maka jadi malaikat berbungkus manusia," katanya.

"Tapi, kalau manusia tidak menggunakan akal dan nafsu yang menang, ini lebih parah dari iman hewan. Kenapa, lah iya kalau kucing cuma nyolong satu potong ikan saja, ini kalau sudah manusia nafsunya yang menang, bukan cuma ikan tapi dana bansos kena colong," ujarnya yang membuat tamu undangan spontan bertepuk tangan.

Syauqi menceritakan, bagaimana ayahnya almarhum KH Zainudin menasihatinya.

Dalam nasihat sang ayah kepadanya, carilah kawan yang bisa membuat kamu benar, bukan kawan yang selalu membenarkan apa yang dilakukan.

Bila mencari kawan yang dapat membenarkan tindakan, maka akan selamat.

Tetapi, kalau cari teman yang membenarkan semua tindakan maka akan ikut dalam masalah tersebut.

Maka dari itulah, sebagai manusia jangan pernah pisahkan Allah dari kehidupan sehari-hari sehingga selalu takut dan bersyukur apa yang diberikan Allah.

Harus memperbaiki lagi ibadah kepada Allah.

Jangan ibadah sebagai kewajiban, tetapi ibadah jadi satu kebutuhan.

Karena sekarang ini sangat banyak manusia yang memperhatikan jasmani, tetapi kebutuhan rohani dilupakan.

"Itu tadi yang pertama. Ibadah hanya kewajiban bukan kebutuhan kedua, menikmati rezeki yang setiap hari yang diberikan, tetapi lupa untuk bersyukur kepada Allah. Karena, manusia ini baru akan bisa merasakan nikmat, ketika nikmat itu berkurang atau tidak bisa menikmatinya lagi," katanya.

"Ketiga, doa yang belum dijawab Allah. Manusia itu lupa bahwa kematian itu pasti. Sering lupa untuk mempersiapkan datangnya kematian itu sendiri. Karena, banyak berpikir untuk hidup enak, tetapi tidak memikirkan mati nikmat," katanya.

Panjang tausiah yang disampaikan KH Syauqi Zainuddin MZ di hadapan Bupati Banyuasin H Askolani Jasi dan juga para tamu undangan.

Syauqi berpesan, kepada tamu undangan maupun untuk dirinya sendiri, bila ingin doa dikabulkan Allah dekatkan diri kepada Allah dengan iman.

Jadikan ibadah sebagai kebutuhan, selalu bersyukur atas rezeki dari Allah dan mempersiapkan datangnya kematian.

Sedangkan Bupati Banyuasin H Askolani Jasi menuturkan, acara yang dilaksanakan ini dalam rangka memperingati tiga tahun sang istri Heryati dan juga sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Apa yang disampaikan KH Syauqi tadi, bisa mempertebal iman kita kepada Allah. Kami memohon juga, semoga masyarakat Banyuasin mempersembahkan doa kepada istri kami ini," ujarnya. (m ardiansyah)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved