Berita Religi
Apa Penyebab Doa tak Dikabulkan Allah? Berikut Penjelasan KH M Syauqi, Anak Almarhum KH Zainuddin MZ
KH Syauqi menyampaikan kepada tamu undangan dalam tausiahnya doa seseorang tidak dikabulkan Allah SWT tetapi sudah mengaku beriman.
"Bukan saya pak bupati, majelis yang menyambungkan huruf A," canda Syauqi.
Syauqi mencontohkan, karena ketundukan malaikat dengan Allah, sampai saat ini ada malaikat yang belum bekerja.
Sejak diciptakan, sampai saat ini sama sekali makan gaji buta.
"Siapa dia, malaikat peniup terompet sangkakala. Jangan sampe ya, kalau malaikat ini meniup terompetnya, udeh kita habis semua," katanya yang kembali membuat tamu undangan tertawa.
"Satu lagi, malaikat pembagi rezeki. Yang diperintahkan Allah bagikan, ya bagikannya. Mau dia muslim atau kafir sekalipun, pasti dibagikannya. Gak ada, laporan sama Allah, minta tambahan anggaran langit karena tiba-tiba habis," katanya yang kembali tamu undangan tertawa.
Dengan gaya khas sang ayah yang dipakainya untuk menyapa tamu undangan dan melanjutkan tausiahnya, Syauqi mengungkapkan imam yang ketiga ini tak pernah naik bahkan selalu turun.
Iman ini merupakan iman para hewan, tidak pernah naik dan terus turun. Karena, hewan hanya diberikan nafsu, tetapi tidak diberikan akal.
"Ya kalau bapak-bapak di sini, ketinggalan makan malam dan pulang ke rumah mau makan. Lihat di atas meja ada satu potong ikan goreng, ikan di atas meja bapak-bapak pergi mengambil piring dan nasi. Saat kembali ke meja, ikan sudah dicolong kucing. Bapak-bapak marah, kucing ini nyolong ikan saya. Ya kucing pak, punya nafsu, gak ada akal," katanya.
"Saya contohkan lagi, ayam misalnya. Ketika mau naik, ya naik aja dia. Mana ada lihat kanan kiri, rame orang atau enggak. Bodoh amat hajar aja, ya itu ayam. Betul apa betul," katanya yang membuat tamu kembali tertawa.
Semakin malam, karena para tamu sudah menikmati tausiah yang disampaikan dan sudah terbawa suasana. Syauqi kembali melanjutkan tausiahnya.
Menurut Syauqi, terakhir iman ini yang naik turun.
Imannya manusia kadang naik kadang turun.
Iman manusia naik turun wajar, karena manusia komplit dan komplek.
Manusia ada akal dan nafsu.
Kalau akal menang, maka manusia itu jadi malaikat berbaju manusia.