Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Update Terbaru Status PPKM untuk Pagaralam, Satgas Ingatkan Covid-19 belum Hilang

Status Pagaralam PPKM level III bertahan beberapa waktu, bahkan sempat menyandang status zona merah Covid-19 pada Juli 2021 lalu.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Tampak anggota Dokes Polres Pagaralam yang sedang melakukan vaksinasi pelajar sekolah. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Status Pagaralam PPKM level III bertahan beberapa waktu, bahkan sempat menyandang status zona merah Covid-19 pada Juli 2021 lalu.

Setelah beberapa bulan lalu dan turun menjadi PPKM level II dan berstatus Zona Kuning.

Seiring dengan terus menurunnya jumlah penambahan warga Pagaralam yang terpapat Virus Corona (Covid-19). Bahkan grafiknya terus melandai.

Kemarin Selasa (12/10/2021) status PPKM untuk Pagaralam kembali turun menjadi level I dan berstatus zona kuning. Status ini ditetapkan berdasarkan asesmen dari Kementrian Kesehatan RI.

Berdasarkan data yang didapat sripoku.com, saat ini Kota Pagaralam sudah zero kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sejak Senin (11/10/2021) kemarin. 

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni, melalui Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Pagaralam, Drs Syamsul Bahri Burlian, membenarkan jika saat ini status level PPKM untuk Kota Pagaralam kembali turun menjadi level I.

"Benar saat ini kita berada dilevel I. Status ini ditetapkan oleh kementrian kesehatan langsung melalui asesmen," ujarnya.

Melihat status ini Pemerintah Kota Pagaralam mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak dan masyarakat Kota Pagaralam yang telah mendukung dan terlibat dalam penanganan Covid-19 di Kota Pagaralam.

"Turunnya level ini berkat kerja keras semua pihak yang terlibat dalam penanganan Covid-19 di Pagaralam. Untuk itu kami ucapkan terima kasih," katanya.

Namun Syamsul mengingatkan kepada seluruh masyarakat Pagaralam untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan 5 M. Pasalnya saat ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir.

"Kita tidak boleh lalai dan abai, protokol kesehatan tetap harus diterapkan dan capaian vaksin harus tetap ditingkatkan.
Mencegah lebih baik daripada mengobati," tegasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved