Breaking News:

Berita Palembang

Pengakuan Mantan Kepala SMAN 13 Palembang Terdakwa Korupsi Dana BOS, Saya Tak Ambil tapi Ganti Uang

"Saya tidak mengambil uang BOS itu, pak hakim. Saya hanya meminta uang pribadi saya saja yang dipakai untuk keperluan sekolah,"

Editor: Refly Permana
sripoku.com/chairul nisyah
Sidang dana bos SMAN 13 Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sidang kasus dugaan korupsi dana BOS SMAN 13 Palembang yang melibatkan salah satu mantan kepala sekolahnya, Zainab.

Sidang digelar secara tatap muka diketuai oleh hakim Sahlan Efendi SH MH di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, Selasa (28/9/2021).

Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan delapan saksi.

Dalam keterangannya, Nelly selaku Bendahara Dana Bos mengatakan jika selama dua tahun setidaknya ada uang sebesar kurang lebih Rp 100.000.000 yang pihak sekolah terima dari fee pembelian buku dari penerbit buku.

"Uang tersebut saya berikan kepada Kepala Sekolah (terdakwa Zainab)," ujar Nelly dalam persidangan.

Selain itu, Nelly juga mengatakan jika bila dari dana bos yang diterima oleh SMAN 13 Palembang, berdasarkan perintah Zainab uang dana BOS digunakan untuk membangun fisik atau bagunan sekolah.

"Dana BOS yang masuk ke seolah kami uangnya ada yang digunakan untuk membagun agunan fisik sekolah. Saya yang buat laporannya," jelas Nelly.

Diketahui, dari keterangan saksi Samson mengatakan jika dirinya diminta untuk menaikan harga bahan material bangunan untuk sekolah oleh terdakwa Zainab.

"Saat itu kepala sekolah meminta saya untuk menaikan (markup) harga bahan bagunan yang dibeli ditoko material.

Setelah harga di-markup, saya berikan kwitansi atau nota-nota belanja itu ke bendahara (Saksi Nelly)," jelas saksi Samson.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved