Pj Kepala Desa Talang Buluh Muba, Ditodong Senpi OTD Rp 37 Juta Uang BLT Dibawa Kabur

Pj Kepala Desa Talang Buluh dirampok orang tak dikenal saat di perjalanan pada Kamis (23/9/2021) sekitar pukul 08.30 WIB saat tengah membawa uang BLT

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Pj Kepala Desa Talang Buluh, kecamatan Batanghari Leko, Muba dirampok dan ditodong dengan senjata api 

SRIPOKU.COM, SEKAYU — Nasib sial dialami Emildo, Pj Kepala Desa Talang Buluh, kecamatan Batanghari Leko, Muba.

Emildo dirampok orang tak dikenal saat di perjalanan pada Kamis (23/9/2021) sekitar pukul 08.30 WIB saat tengah membawa uang bantuan langsung tunai (BLT) yang merupakan Dana Desa (DD).

Perampokan sendiri terjadi di jalan antar Desa Bukit Pangkuasan menuju Desa Talang Buluh kecamatan Batanghari Leko.

Kendati demikian, korban tidak mengalami aksi kekerasan dan sempat trauma karena sempat ditodong menggunakan senpi.

Kapolres Muba, AKBP Alamsyah Pelupessy SH MH melalui Kapolsek Batanghari Leko, AKP Rusli mengatakan, akibat kejadian tersebut PJ. Kepala Desa mengalami kerugian uang sebesar lebih kurang Rp37 juta.

"Dana tersebut merupakan uang untuk pembagian BLT warga Desa Talang Buluh dan kejadian ini telah dilaporkan ke kantor Kepolisian Sektor Batanghari Leko," ujarnya.

Pihaknya pun langsung menyelidiki kebenaran akan laporan tersebut dengan memeriksa korban dan saksi. Diketahui ada dua orang pelaku dan pihaknya pun sudah mengantongi ciri-ciri dari perampok.

"Dari pengakuan korban, saat ditodong dengan senpi dirinya langsung menyerahkan uang dan perampok langsung kabur," jelasnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kajari Muba Abu Nawas SH yang juga selaku pemateri Dana Desa menambahkan pihaknya mengutuk keras terhadap kejadian yang menimpa Pj. Kades tersebut. 

"Kita mengajak semua lapisan agar membantu pihak kepolisian untuk memberi siapa pelaku. Dan berharap agar pihak kepolisian sesegera mungkin menangkap pelaku, karena uang itu adalah untuk masyarakat BLT dan bukan milik pribadi," tegasnya.

Dirinya mengimbau kepada para kades agar selalu waspada dan berhati-hati dalam menyimpan maupun membawa uang negara.

"Bila perlu, libatkan aparat keamanan maupun kepolisian guna meminimalisir tindak kejahatan," ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi Pj Kades Emildo melalui ponsel pribadinya nomor yang digunakan tidak aktif atau diluar jangkauan.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved