BErita Lubuklinggau

Pertamina Tegaskan Kafe Restoran Jangan Pakai Elpiji 3 Kilogram, Polres Lubuklinggau Cari Penimbun

Gas elpiji tiga kilogram langka di Lubuklinggau, setidaknya menurut sejumlah warga yang tinggal di salah satu kota yang ada di Sumsel tersebut.

Tayang:
Editor: Refly Permana
tribunsumsel/eko
Seorang warga Lubuklinggau sedang memasang gas elpiji tiga kilogram di rumahnya. 

Penulis: Eko

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Gas elpiji tiga kilogram langka di Lubuklinggau, setidaknya menurut sejumlah warga yang tinggal di salah satu kota yang ada di Sumsel tersebut.

Jikapun ada, warga Lubuklinggau harus merogoh kocek dalam-dalam lantaran harga gas elpiji tiga kilogram bisa menyentuh Rp 30 ribu per tabung.

Sales Branch Manager Pertamina, Ahad Jabbar, menyampaikan tahap penyaluran gas elpiji tiga kilogram dilakukan mulai dari SPBE dan selanjutnya ke agen sesuai kuota BPK Migas.

SPBE membawah gas menggunakan mobil agen yang dibawa ke pangkalan.

"Mobil agen mempunyai pelang agen. Apabila melihat ada mobil yang membawa gas tidak mempunyai pelang agen, harus ditindak karena melanggar dan disidak secara langsung," ujar Jabbar.

Dikatakannya, laporan soal tidak adanya pelang nanti akan didata. 

Ia juga mengatakan di suatu desa tidak ada dua pangkalan, diharapkan SPBE di daerah tetangga tidak mengambil gas dari daerah sekitarnya.

Untuk menjadi pangkalan dan agen, tidak harus menyetor uang atau modal, apabila menggunakan uang pihak agen dan pangkalan akan berusaha untuk mengembalikan modalnya, maka hal ini dapat menimbulkan masalah.

"Setiap kafe dan pabrik harus dicek karena mereka tidak berhak, yang berhak adalah masyarakat miskin," ujarnya.

Dikatakan Jabbar, pihak Pertamina selalu sinergitas dengan pemerintah maupun polres sekaligus memeroses dan memantau apabila ada pihak agen atau pangkalan yang bermasalah.

Diungkapkan Jabbar, pihak agen menyampaikan, memang ada penumpukan pangkalan, tetapi dilihat juga jumlah penduduk di wilayah itu banyak atau tidak. 

Harus ada tata ulang untuk memperkecil selisih harga antara daerah tetangga dengan harapan perbedaannya tidak terlalu mencolok.

Pihak pangkalan menyebutkan terjadinya kelangkaan gas karena ada konsumen yang beda kelurahan membeli gas di pangkalan lainnya sehingga gas cepat habis.

“Kami bingung apabila tidak dikasih, masyarakat akan menuntut,” ujarnya.

Elpiji 3 Kg Langka Harga Lampaui HET , Pemkot Lubuklinggau Rapat Undang Pihak Pertamina

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved