Berita Muba

Imbas Pertamax Naik, Antrean Pertalite di SPBU Sekayu Mengular hingga 2 Kilometer

Kondisi ini dipicu oleh lonjakan volume kendaraan masyarakat yang beralih ke Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite

Tayang:
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Fajeri Ramadhoni
ANTREAN - :Antrean kendaraan mengular di SPBU Jalan Merdeka No. 86, Kelurahan Serasan Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba, Rabu (11/6/2026). Panjangnya antrean mencapai hampir 2 kilometer setelah banyak masyarakat beralih mengisi BBM subsidi Pertalite menyusul kenaikan harga Pertamax. 
Ringkasan Berita:
  • Antrean kendaraan mengular hingga hampir 2 kilometer terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Merdeka No. 86, Kelurahan Serasan Jaya
  • Kondisi ini dipicu oleh lonjakan volume kendaraan masyarakat yang beralih ke Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite, pasca-kenaikan harga Pertamax
  • Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean panjang ini melanda dua SPBU yang beroperasi di wilayah Sekayu, khususnya pada jalur dispenser Pertalite

SRIPOKU.COM, SEKAYU — Antrean kendaraan mengular hingga hampir 2 kilometer terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Merdeka No. 86, Kelurahan Serasan Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), pada Kamis (11/6/2026) pagi.

Kondisi ini dipicu oleh lonjakan volume kendaraan masyarakat yang beralih ke Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite, pasca-kenaikan harga Pertamax

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean panjang ini melanda dua SPBU yang beroperasi di wilayah Sekayu, khususnya pada jalur dispenser Pertalite

Sementara itu, jalur pengisian Pertamax yang kini seharga Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter tampak lengang.

Salah satu pengendara, Edwin Taruna, mengeluhkan kondisi tersebut. 

Menurutnya, kenaikan harga BBM nonsubsidi memaksa masyarakat beralih ke Pertalite sehingga memicu antrean panjang yang menyita waktu.

"Kenaikan harga Pertamax sangat terasa bagi masyarakat. Kami berharap pemerintah bisa mencari solusi dan menormalkan harga BBM seperti semula, karena harga kebutuhan lain juga ikut naik," ujar Edwin.

Pengawas SPBU Merdeka, Harmoko, menjelaskan bahwa pasokan BBM sebenarnya baru tiba pada subuh hari. 
Namun, tingginya permintaan membuat antrean langsung memanjang sejak pagi.

"Minyak masuk tadi subuh, antrean mulai panjang sejak pagi. Perkiraan sampai jam 4 sore minyak masih ada, lewat dari itu kemungkinan sudah habis jika belum ada tambahan pasokan," terang Harmoko.

Pihak pengelola SPBU berharap pasokan BBM dari Pertamina ke depannya dapat dikirim lebih cepat dan konsisten guna mengantisipasi kekosongan stok serta mengurai kepadatan antrean warga.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved