Berita Muara Emim
Prihatin Bupati Terjaring OTT KPK, Warga Semende Muara Enim Gelar Ritual Tolak Bala Potong Ayam
Pasca-OTT Bupati oleh KPK, seorang warga Semende menggelar ritual tolak bala dengan memotong dua ekor ayam di depan Kantor Pemkab Muara Enim.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: tarso romli
Ringkasan Berita:
- Pasca-OTT Bupati oleh KPK, seorang warga Semende menggelar ritual tolak bala dengan memotong dua ekor ayam di depan Kantor Pemkab Muara Enim, Rabu (10/6/2026).
- Aksi spontan ini merupakan bentuk keprihatinan dan doa agar siklus kasus hukum korupsi yang menjerat para kepala daerah di Muara Enim segera berakhir.
- Pelaku aksi menegaskan ritual ini bebas dari unsur politik dan menjadi pengingat agar para pejabat menjaga amanah rakyat demi marwah Bumi Serasan Sekundang.
Baca juga: OTT KPK di Muara Enim, Amankan Bupati Edison dan Segel Sejumlah Ruangan
SRIPOKU.COM, MUARA ENIM – Rentetan peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap jajaran pimpinan daerah di Kabupaten Muara Enim memantik keprihatinan mendalam dari lapisan masyarakat.
Sebagai wujud refleksi atas duka spiritual tersebut, seorang warga asal kawasan Semende secara spontan menggelar ritual tolak bala dengan menyembelih dua ekor ayam tepat di halaman depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Rabu (10/6/2026).
Aksi teatrikal sekaligus spiritual yang menarik perhatian pegawai dan warga yang melintas ini murni didasari atas rasa cinta kepada Bumi Serasan Sekundang agar terhindar dari siklus kutukan kasus korupsi yang terus berulang.
"Aksi ini kami lakukan sebagai bentuk ikhtiar simbolis tolak bala dan doa bersama. Kami memohon kepada Allah SWT agar Kabupaten Muara Enim ke depan terhindar dari berbagai musibah, termasuk persoalan hukum berat yang menjerat para pemimpinnya," ujar Khairlani (50), warga Semende pelaku ritual tersebut, Rabu (10/6/2026).
Khairlani menegaskan dan meminta publik tidak salah paham atas aksinya tersebut.
Ia menggarisbawahi bahwa penyembelihan ayam ini bukanlah bentuk selebrasi atau rasa syukur atas jatuhnya Bupati Muara Enim dalam pusaran OTT KPK, melainkan murni ekspresi kesedihan seorang rakyat.
"Sama sekali tidak ada unsur politik praktis di sini. Ini merupakan bentuk doa dan permohonan tulus kami kepada Yang Maha Kuasa agar musibah kepemimpinan seperti ini cukup sampai di sini saja dan tidak pernah terulang lagi di masa mendatang," tegasnya di sela-sela ritual.
Lebih lanjut, Khairlani mengungkapkan bahwa masyarakat bawah sudah sangat lelah dan mendambakan sosok figur pemimpin yang amanah, jujur, serta fokus menjalankan roda pembangunan daerah tanpa harus berakhir mengenakan rompi jingga KPK.
"Kami ingin daerah yang kami cintai ini dipimpin oleh pemimpin yang bersih dan bebas dari persoalan hukum. Cukup ini yang terakhir. Kami tidak ingin marwah Kabupaten Muara Enim terus tercoreng di tingkat nasional akibat kasus korupsi," imbuhnya.
Uniknya, selain memanjatkan doa kepada Allah SWT, Khairlani juga mengaku mengirimkan doa khusus bagi para leluhur atau puyang-puyang pendiri Muara Enim.
Menurutnya, sebagai daerah yang memegang teguh nilai adat, budaya, dan sejarah yang kuat, kesucian nilai-nilai luhur tersebut harus dijaga bersama lewat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Ia menilai, badai OTT KPK yang terjadi pada awal pekan ini harus dipandang sebagai tamparan keras sekaligus pelajaran berharga bagi seluruh pejabat publik dan penyelenggara pemerintahan di Muara Enim, mulai dari level terendah hingga kasta tertinggi.
Sebab, esensi dari sebuah jabatan kepala daerah merupakan amanah mutlak dari rakyat yang wajib dipertanggungjawabkan dengan penuh kejujuran.
"Pemimpin yang dipilih oleh rakyat harus menjaga amanah, bekerja nyata untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat, dan menjauhi segala bentuk praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Semoga ke depan Muara Enim dipimpin oleh sosok yang adil dan bijaksana," pungkas Khairlani.
Warga berharap insiden ini dapat dijadikan momentum titik balik bagi internal Pemkab Muara Enim untuk memperketat sistem pengawasan, memperbaiki kualitas pelayanan publik, serta membangun sistem birokrasi yang jauh lebih transparan dan akuntabel demi merajut kembali kepercayaan masyarakat.
Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.
Baca juga: Breaking News: Hj Sumarni Resmi Jabat Plt Bupati Muara Enim, Pasca Bupati Edison Terjaring OTT KPK
| Keluhkan Pertalite Sering Kosong dan Pertamax Naik, Tukang Ojek di Muara Enim Menjerit |
|
|---|
| Warga Desa Panang Jaya Kecamatan Gunung Megang Muara Enim Ditemukan Tewas di Atas Plafon Rumahnya |
|
|---|
| Tiga dari Tujuh Calon Ketua PWI Muara Enim Kembalikan Berkas Formulir Pendaftaran |
|
|---|
| PT Bukit Asam Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Muara Enim |
|
|---|
| Wujudkan Ketahanan Pangan, Lapas Muara Enim Panen Raya Sayur Kangkung Hasil Budidaya Warga Binaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Warga-Semende-Potong-Ayam.jpg)