Breaking News:

Virus Corona

Di Depan Komisi IX DPR, Budi Gunadi Sebut Booster untuk Masyarakat Diwacanakan Berbayar Tahun 2022

Di depan Komisi IX DPR, Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyebut pemerintah saat ini punya wacana untuk booster berbayar.

Editor: Refly Permana
Biro Pers Setpres/Rusman
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. 

SRIPOKU.COM - Di depan Komisi IX DPR, Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyebut pemerintah saat ini punya wacana untuk booster berbayar.

Booster atau vaksin Covid-19 dosis ketiga ini yang diwacanakan berbayar ini adalah untuk masyarakat.

Kendati demikian, Budi menegaskan, rencana di atas belum bersifat final dan masih perlu dibahas lebih lanjut.

"Ini masih rencana Bapak Ibu, kita masih perlu memfinalkan lagi dengan teman-teman di pemerintahan satu atau dua kali putaran," kata Budi.

Dikatakan Budi, rencana tersebut diberlakukan untuk 2022 mendatang.

Budi mengatakan, nantinya masyarakat dapat membeli booster vaksin sesuai kemauan mereka selayaknya membeli obat di apotek.

"Orang-orang bisa memilih vaksinnya apa secara, sama seperti beli obat di apotek, jadi ini akan kita buka pasarnya agar masyarakat bisa memilih membeli booster vaksin apa," kata Budi dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Senin (13/9/2021).

"Jenis vaksinya nanti akan kita tentukan yang sudah mendapatkan emergency use dari WHO," kata Budi.

Berdasarkan materi paparan Budi, ada 93,7 juta jiwa yang menjadi target dalam skema vaksinasi berbayar tersebut.

Budi mengatakan, pemerintah tetap menjamin vaksinasi booster yang biayanya ditanggung APBN bagi masyarakat yang masuk kategori penerima bantuan iuran (PBI).

Semoga Tak Masuk Indonesia, Tiga Varian Baru Virus Corona Disebut Bisa Bikin Efikasi Vaksin Turun

Vaksinasi yang biayanya ditanggung oleh APBN juga akan diberikan kepada anak-anak yang baru menginjak usia 12 tahun.

"Kita juga akan menyuntikkan anak-anak yang masuk ke umur 12 tahun, itu ada 4,4 juta. Nah itu disuntiknya dua kali, itu yang akan dibayari oleh negara, APBN," ujar Budi.

Selain itu, pemerintah akan mengalokasikan dana untuk vaksinasi bagi masyarakat yang masuk kategori pekerja bukan penerima upah kelas III (PBPU III) yang selama ini dibayar oleh pemerintah daerah.

"Nanti juga akan kita alokasikan dana bagi pemda untuk melakukan vaksinasi dosis ketiga untuk itu," kata Budi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemerintah Rencanakan Vaksin Booster Berbayar Tahun Depan, Beli Vaksin seperti Beli Obat"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved