17 Kabupaten/Kota di Sumsel Zona Kuning, Epidemiolog: Masih Harus Waspada

Seluruh kabupaten dan kota di Sumsel saat ini berada di zona kuning penyebaran Covid-19.

Tayang:
Penulis: Jati Purwanti | Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/Jati Purwanti
Pakar Epidemiologi Sumsel, Iche Andriany Liberty 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Seluruh kabupaten dan kota di Sumsel saat ini berada di zona kuning penyebaran Covid-19.

Zona Kuning ini mengindikasikan tetap ada kasus baru namun jumlahnya hanya sedikit.

Penularan atau transmisi kasus juga memiliki kemungkinan bisa terjadi.

Menurut epidemiolog Iche Andriany Liberty, menyikapi kondisi zona kuning ini masyarakat tak boleh terlena dan melakukan perayaan atas penurunan level zona.

"Masih harus tambah waspada karena berbagai sektor banyak yang dilonggarkan, sedangkan vaksin meski terus diupayakan tapi belum mencapai target," ujarnya, Sabtu (11/9/2021).

Status 17 kabupaten/kota di Sumsel yang sudah zona kuning semua, per 10 September 2021.
Status 17 kabupaten/kota di Sumsel yang sudah zona kuning semua, per 10 September 2021. (TRIBUNSUMSEL.COM/Capt)

Menyikapi perbaikan zona ini diperlukan sinergitas 3T dan 5M dan penggencaran program vaksinasi dari pemerintah.

"Kendor sedikit bukan tidak mungkin meledak kembali," jelas Iche.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 10 September lalu, pengoptimalan 3T (testing, tracing, treatment) di Sumsel berada di tingkat sedang hingga memadai.

Iche mengatakan, positivity rate Mingguan pada September ini cenderung turun yakni di anak 9,69 persen. Sementara itu, penelusurun kasus (tracing) cenderung meningkat dibanding akhir Juli dan  awal Agustus lalu.

Baca juga: Gubernur Sumsel Sebut 17 Kabupaten/Kota Sudah Zona Kuning, Herman Deru: Alhamdulillah

"Itulah jika tracing dan testing kompak dan maksimal dilakukn mulai tingkat nasional sampai kabupaten akan keliatan hasilnya sembari protokol kesehatan dan vaksin juga tetap dilakukan," kata dia.

Di Sumsel, Kota Palembang tercatat sebagai daerah yang melakukan pemeriksaan. Dari target 1.715 pemeriksaan dalam sepekan, telah dilakukan 19.400 pemeriksaan.

Di satu sisi, target pemeriksaan (testing) di beberapa kabupaten di Sumsel bak masih jauh panggang dari api.

Misalnya saja, di Musi Rawas, Empat  Lawang dan Musi Rawas Utara dari target sekitar 2.000 an orang yang diperiksa sesuai Instruksi Mendagri paling banyak hanya 40 orang yang diperiksa.

"Masih belum optimal juga target pemeriksaan. Ini harus jadi perhatian," tambah dia.

Pemerintah daerah pun diminta tetap konsisten dalam melakukan dan melaporkan kasus sebab jika tidak data tidak akan tercatat di assesmen nasional.

"Jadi, under reporting. Kalau mereka test akan tercatat kecuali tempat tesnya tidak melaporkan. Kalau tracing memang harus dilaporkan," jelas Iche.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy, menambahkan, pemerintah akan terus melakukan upaya demi menurunkan zona dari kuning menuju hijau.

Sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada  masyarakat dan penanggung jawab kegiatan.

"Masyarakat jangan terlena. Mari taat prokes di mana pun berada," kata Lesty.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved