Breaking News:

Berita PALI

Tanah Merah Diguyur Hujan, Pelajar SMKN 1 PALI Butuh Satu Jam Tiba di Sekolah, Kadis PU: Sabar

Guyuran hujan menjadi tantangan tersendiri untuk guru dan pelajar SMKN 1 Tanah Abang, PALI.

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Refly Permana
Reigan/sripoku.com
Pemandangan salah satu akses menuju SMKN 1 Tanah Abang di Kabupaten PALI. 

Kondisi tanah merah dilalui, sehingga mengakibatkan tanah tersebut dengan tebal menyelimuti ban kendaraan bermotor. 

"Terkadang ada Bapak-bapak (Dikebun) itulah yang menolong. Kalau orang dipondokan tersebut sudah pulang, yah terpaksa duduk menunggu pengendara lain melintas untuk minta tolong motornya ditarik jika sulit melintas," jelasnya.

Dirinya menceritakan, pada Rabu (1/9/2021) kemarin saat hujan deras, ia kesulitan menuju sekolah, sehingga mengalami kecelakaan dan banyak berkas yang ia bawa menjadi basah kuyup.

Dijelaskan, jalan menuju sekolahnya ada tiga akses.

Namun jalan tanah dari Desa Raja dinilai lebih dekat. 

"Jalur yang dua lagi bisa menuju ke sekolah. Kondisinya lebih parah dari jalan utama ini. Dua jalan lainnya, melintasi kebun-kebun warga dan jarak tempuh juga bertambah jauh." Katanya.

"Siswa banyak, pelajaran banyak. Namun, dengan kondisi sekolah demikian ditakutkan banyak juga siswa yang nak berenti," katanya.

Sementara, Niken salah satu pelajar SMKN 1 Tanah Abang berkata, ia yang menempuh jalan itu kerap tergelincir dan jatuh karena licinnya jalan tersebut akibat ditimpa hujan.

"Saya mau sekolah terhambat jika hujan.  Bahkan banyak teman-teman saya yang sering jatuh dari motor karena kondisi jalan yang licin.

Memang dari persimpangan jalan besar sudah bagus tapi sekitar 500 meter lagi dari sekolah jalan rusak parah.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved