Tips Kesehatan
Disebut Makanan yang Membuat Bodoh, Ternyata Micin Lebih Aman dari Garam, Ini Penjelasannya
MSG ternyata mengandung salah satu zat bernama Glutamat yang juga terkandung dalam beberapa jenis makanan segar seperti tomat.
Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Sudarwan
Hasilnya pun tak mengherankan, karena dosis yang tinggi, maka berdampak merusak otak.
"Dugaan saya (anggapan generasi micin), dari penelitian tikus tadi dikonotasikan, dipelintir, dan jadi mitos. Padahal kita tak mungkin kuat mengasup MSG dengan dosis sangat tinggi," ungkap Hardinsyah di Jakarta, Selasa (23/1/2018).
5. Hubungan dengan kemampuan otak
Seorang dokter, dr Ivena menjelaskan, otak mempunyai banyak syaraf dengan tugas menerima berbagai macam rangsangan.
Saraf yang menerima rangsangan ini disebut reseptor, di mana jumlahnya ada dibagian hipotalamus otak.
Kandungan glutamat dalam penyedap rasa mempunyai banyak reseptor yang ada di hipotalamus otak.
"Karena itu, efek kebanyakan glutamat di otak bisa membahayakan. Reseptor-reseptor dalam otak jadi terangsang secara berlebihan akibat kadar glutamat yang tinggi.
Bila terus-terusan terjadi, alhasil aktivitas reseptor yang berlebihan malah bisa disebabkan kematian neuron," kata Ivena.
6. Aman bagi tubuh
Hingga saat ini, belum ada penelitian yang valid perihal efek MSG pada tubuh.
Bahkan FDA, Badan pengawas makanan Amerika Srrikat menyebut bahwa MSG aman untuk dikonsumsi.
Penelitian FDA menemukan bahwa gejala sensitif terhadap MSG muncul jika seseorang meminum MSG sebanyak 3 gram atau lebih. Sedangkan MSG banyak digunakan dalam makanan.
7. Lebih aman dari garam
Kandungan natrium MSG hanya 12% dibandingkan garam yang mencapai 36% sehingga bisa menyebabkan hipertensi
Kegunaan utama penyedap masakan ini adalah sumber rasa gurih, rasa dasar yang ke-5 dan memperkuat rasa menjadi lebih sedap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/micin_20170124_174257.jpg)