Tips Kesehatan
Disebut Makanan yang Membuat Bodoh, Ternyata Micin Lebih Aman dari Garam, Ini Penjelasannya
MSG ternyata mengandung salah satu zat bernama Glutamat yang juga terkandung dalam beberapa jenis makanan segar seperti tomat.
Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Sudarwan
2. Penambah selera makan
Bagi Moms yang sedang sakit dan tak lunya nafsu makan, sedikit menambahkan MSG dalam makanan ternyata ampuh untuk menambah nafsu makan.
Tak hanya itu, MSG memiliki kandungan serupa dengan garam hanya sana natriumnya lebih sedikit sehingga lebih aman jika dikonsumsi oleh penderita hipertensi.
3. Batasi konsumsi
Penggunaan MSG disarankan tak dalam jumlah banyak. Meski dampaknya tak nampak dalam waktu singkat, jika MSG dikonsumsi setiap hari, semakin lama efeknya akan menumpuk.
MSG dapat digantikan dengan rempah-rempah alami seperti kunyit, jahe, lada, cengkeh, kayu manis, kemiri, dan ketumbar.
Menurut Persatuan Pabrik Monosodium Glutamate dan Glutamic Acid Indonesia (P2MI), MSG aman dikonsumsi dalam takaran penggunaan secukupnya.
Penelitan dari Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology Center (SEAFAST Center) IPB pada 2007, konsumsi MSG harian orang Indonesia sekitar 0,7 gram per orang per hari.
4. Efek
Efek penggunaan micin masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan.
Ada yang beranggapan, monosodium glutamat (MSG) berdampak buruk pada kemampuan kognitif seseorang. Benarkah?
Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Profesor Hardinsyah mengatakan, lembaga-lembaga kesehatan dunia--The Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA), hingga Kementerian Kesehatan RI menyatakan MSG aman dikonsumsi.
Menurut dia, anggapan bahwa penyedap rasa bisa berpengaruh pada kerja otak kemungkinan karena kesalahan persepsi atas penelitian yang dilakukan oleh peneliti Washington University, Dr John W. Olney.
Olney menguji MSG terhadap tikus putih dengan cara menyuntikkannya ke bawah kulit.
Cara ini dikritik dan dianggap tak lazim karena MSG umumnya diasup lewat makanan.
Selain itu, dosis yang diberikan kepada tikus percobaan itu sangat tinggi, dan tak mungkin diterapkan pada manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/micin_20170124_174257.jpg)