Stok Menipis, Ini Usaha Malaysia agar Warganya Bisa Donor Darah Tanpa Khawatir Terinfeksi Covid-19

Sejak pandemi Covid-19 mulai menyerang dunia di awal tahun 2020, banyak orang yang biasanya rutin mendonorkan darahnya menjadi khawatir.

SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI, HANDOUT
(FOTO ILUSTRASI) Kegiatan donor darah HUT Bhayangkara ke-74 tahun 2020 yang digelar Polres Musirawas dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT Bhayangkara ke-74, Jumat (26/6/2020). 

SRIPOKU.COM -- Sejak pandemi Covid-19 mulai menyerang dunia di awal tahun 2020, banyak orang yang biasanya rutin mendonorkan darahnya menjadi khawatir.

Mereka khawatir dirinya akan terjangkit Covid-19 jika mendonorkan darah.

Hal ini tak pelak membuat jumlah pendonor darah di beberapa negara mengalami penurunan sementara permintaan akan darah masih tinggi.

Hal ini juga yang diraskan oleh Negeri Jiran, Malaysia.

===

Kurangnya persediaan darah di Rumah Sakit Malaysia

Menurut laporan dari Astro Awani, salah satu kota di Malaysia yang persediaan darahnya mengalami penurunan drastis adalah Kedah.

Dr. Siti Nadiah Abdul Kadir, Kepala Layanan Transfusi Darah Kedah, mengatakan jika persediaan darah yang tersisa tinggal sedikit sementara jumlah pendonor darah semakin berkurang.

Menurutnya, meski beberapa pihak rumah sakit sudah menunda proses operasi yang membutuhkan darah, tetap saja ketersediaan darah masih sangat dibutuhkan mengingat masih adanya beberapa kasus darurat seperti kecelakaan di jalan atau kelahiran yang pasiennya kerap membutuhkan darah dalam jumlah yang tidak sedikit.

Tidak hanya itu, pasien yang mengidap penyakit seperti anemia kronis dan thalassemia juga membutuhkan pasokan darah terus menerus.

"Jadi, saya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mendonorkan darahnya untuk membantu mereka yang butuh transfusi darah, ujar Nadiah.

Wilayah Kedah bukan satu-satunya di Malaysia yang kekurangan stok darah.

Di awal tahun 2021, Deputi Direktur 1 Pusat Darah Nasional di Malaysia, Dr Tun Maizura Mohd Fathlullah, bahkan sempat membuat himbauan kepada masyarakat, terutama mereka yang pernah melakukan donor darah, untuk kembali menjadi donor dan mencegah berkurangnya pasokan darah secara drastis.

Menurtut Tun Maizura, masyarakat yang sehat bisa mendonorkan darahnya.

Meski begitu, khusus masyarakat yang baru sembuh dari Covid-19, mereka dianjurkan untuk menjalani proses penyembuhan terlebih dahulu selama 3 bulan sebelum diizinkan mendonorkan darahnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved