Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Omset Turun karena PPKM, Pengelola Mal di Palembang Minta Pengurangan Pembayaran Pajak

Seperti PIM minta pengurangan pajak, karena mereka terdampak," kata Anggota DPRD kota Palembang Dapil 1 Abdullah Taufik

Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Yandi Triansyah
HO / Sripoku.com
Anggota DPRD Palembang melakukan reses di PIM, Selasa (31/8/2021) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pengelola mal di Kota Palembang meminta kepada Pemkot Palembang untuk mengurangi pembayaran pajak mereka.

Sebab mal terkena dampak saat
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberlakukan di kota Palembang dalam sebulan terakhir.

Akibatnya omset mengalami penurunan.

"Seperti PIM minta pengurangan pajak, karena mereka terdampak,"
kata Anggota DPRD kota Palembang Dapil 1 Abdullah Taufik saat melakukan reses di PIM, Selasa (31/8/2021).

Aspirasi yang disampaikan pihak pengelola mal menjadi bahan masukan yang akan disampaikan kepada pihak Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang.

Harapannya pengurangan pajak untuk dapat meringankan beban mal karena omset mereka yang turun.

"Kami akan sampaikan kepada BPPD, sehingga ada kebijakan untuk membantu pihak mal, "ujar politikus Gerindra ini.

Menurut dia, harus ada koordinasi antar lembaga untuk mencari solusi terhadap kondisi ini.

Karena sebagaimana diketahui
pihak mal meminta keringanan pajak, namun pihak BPPD justru menaikan pajak.

Taufik mengatakan dari laporan pihak mal omset yang diterima selama PPKM mencapai 40-50 persen sehingga memberatkan pihak mal dalam hal pengeluaran bulanan maupun tahunan.

"Namun selama PPKM tidak ada PHK sehingga ini sangat baik, karena para pekerja ada yang wfh maupun diberlakukan kerja secara bergantian,"ungkap dia.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved