Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Virus Corona di Pagaralam Sudah Menurun tapi Pembelajaran Tatap Muka belum Dibuka Bulan Ini

Kasus harian Virus Corona di Pagaralam diklaim sudah turun. Akankah pembelajaran tatap muka dibuka?

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/Wawan Septiawan
Tampak sejumlah guru yang ada di Kota Pagaralam mengantri untuk mendapat giliran di vaksinasi. Hal ini dilakukan agar para guru bisa segera melakukan proses pembelajaran tatap muka, Rabu (16/6/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Saat ini, kota Pagaralam kembali ke zona kuning setelah kasus penularan Virus Corona di Pagaralam mulai berkurang.

Hal ini membuat sejumlah masyarakat mempertanyakan bagaimana status anak sekolah yang saat ini masih banyak yang belajar daring dan luring.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam akan melakukan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada awal September 2021 mendatang.

Namun, saat ini sudah ada beberapa sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka terbatas dengan penerapan protokol kesehatan ketat. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pagaralam, Cholmin, mengatakan saat ini Pagaralam sudah kembali ke zona kuning atau resiko rendah penyebaran Covid-19.

Namun, pihaknya belum menerapkan kembali pembelajaran tatap muka karena masih harus berkoordinasi dengan sejumlah pihak. 

"Kita masih harus berkoordinasi dengan pihak Satgas Covid-19 terkait rencana pembelajaran tatap muka nanti," ujarnya.

Jika nanti diizinkan, tetap dengan pembelajaran tatap muka terbatas dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Kita akan minta sekolah untuk bisa mengatur jam belajar dan jumlah siswa. Hal ini agar didalam kelas dapat diterapkan 5 M," katanya.

Ketua Musywarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Suniar mengatakan, saat ini pihak MKKS masih dalam proses persiapan dan pembaharuan administrasi sebelum menggelar PKM.

"Kita sudah melakukan pembaharuan surat izin siswa ke orangtua. Selain itu kita juga akan meminta persetujuan komite sekolah," katanya.

Menurut Suniar jika tidak ada halangan PTM terbatas akan kembali di uji cobakan pada awal September dengan tetap mengedepankan prokes.

"Namun ini dilakukan jika siswa siswi mendapatkan izin dari orang tua untuk mengikuti PTM.

Bagi siswa yang belum mendapatkan persetujuan orangtua, tetap dipersilakan untuk mengikuti pembelajaran ecara daring," tegasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved