Sistem Tata Kelola Air yang Terpadu, Solusi Lestari

Water management adalah sebuah sistem untuk mengelola tata air di lahan gambut dengan tetap mempertahankan fungsi ekosistem gambut itu sendiri.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
Ilustrasi - Sistem Tata Kelola Air yang Terpadu dalam pengelolaan hutan industri. 

Lahan gambut/rawa merupakan lahan yang sering tergenang secara terus-menerus akibat drainase buruk.

Berdasarkan tipologinya, lahan rawa dibagi menjadi dua yaitu lahan rawa pasang surut (tidal swamp) merupakan lahan yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

Sedangkan rawa lebak (non tidal swamp) diartikan sebagai daerah yang tidak langsung dipengaruhi pasang surut air laut tapi mengalami genangan minimal tiga bulan dalam satu tahun dengan genangan minimal 50 cm.

Material penyusun gambut dapat digambar secara umum terdiri dari 80% air dan 20% adalah material organik.

Dari komposisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pengelolaan tata air (water management) merupakan kata kunci dalam upaya pemanfaatan lahan gambut.

Water management adalah sebuah sistem untuk mengelola tata air di lahan gambut dengan tetap mempertahankan fungsi ekosistem gambut itu sendiri.

Pengelolaan air di lahan gambut bertujuan untuk mengatur pemanfaatan sumber daya air secara optimal sehingga didapatkan hasil/ produktivitas lahan yang maksimal, serta sekaligus mempertahankan kelestarian sumber daya lahan gambut tersebut.

Tujuan lain dari pengelolaan tata air di lahan gambut adalah sebagai berikut:

Mengendalikan tinggi muka air tanah di lahan gambut sehingga kelembaban lahan gambut tetap terjaga.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Hal demikian dapat dicapai dengan membuat bendungan maupun pintu air yang dapat mengatur tinggi muka air tanah di lahan gambut sekaligus menahan air yang keluar dari lahan.

Mencuci asam-asam organik dan anorganik serta senyawa lainnya yang bersifat racun terhadap tanaman dan memasukan (suplai) air segar untuk memberikan oksigen.

Masalah utama pengembangan lahan gambut/rawa ;
(1) air yang fluktuatif dan sering sulit diduga,
(2) Kebanjiran pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau,
(3) sifat fisik-kimia dan kesuburan tanah serta hidrotopografi mikro lahannya beragam dan umumnya belum ditata dengan baik.
(4) sebagian lahannya bertanah gambut/rawa dimana pola fluktuasi air sangat tergantung kepada pola hujan, baik yang turun setempat maupun yang turun di daerah atasnya serta kondisi daerah atasnya.

Pengelolaan tata air lahan gambut/rawa secara terpadu merupakan suatu kegiatan yang direncanakan bersama, melaksanakan dan mengendalikan untuk tercapainya tujuan dan manfaat secara bersama dan atau menghindari resiko kegagalan, melibatkan berbagai aspek;
1) Geografi;
2) Kekayaan alam;
3) Lingkungan;
4) Penduduk;
5) Hukum;
6) Politik;
7) Ekonomi;
8) Sosbud;
9) Hankam.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Tujuan dari tata air terpadu itu sendri adalah;
1) Bagaimana menjaga kelembaban tanah gambut pada kisaran kondusif dimana bagi pertumbuhan tanaman, terhindar dari bahaya kebakaran, minim terjadi subsidensi, rendah emisi karbon,
2) Mempertahankan fungsi gambut sesuai dengan kebutuhan,
3) Menjaga kelestarian sumber daya alam.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved