Sistem Tata Kelola Air yang Terpadu, Solusi Lestari

Water management adalah sebuah sistem untuk mengelola tata air di lahan gambut dengan tetap mempertahankan fungsi ekosistem gambut itu sendiri.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
Ilustrasi - Sistem Tata Kelola Air yang Terpadu dalam pengelolaan hutan industri. 

Water Management for Fire Management.

ilustrasi
Update 27 Agustus 2021. (https://covid19.go.id/)

Suatu upaya dari segi pengelolaan tata air dalam kegiatan pencegahan kebakaran lahan dan hutan di gambut/ rawa.

Upaya pengelolaan tata air tersebut antara lain sistem injeksi air, sekat basah dan embung-embung air.

Sistem injeksi air dapat dilakukan dengan cara pemompaan air untuk mengisi kekosongan stok ketersediaan air di lahan gambut/ rawa.

Ukuran dan kapasitas serta jumlah pompa disesuaikan dengan kebutuhan air dalam suatu kawasan.

Sekat basah dapat dilakukan dengan cara membasahi sekat-sekat bakar yang sudah dibuat untuk memperlambat dan mematikan pergerakan api.

Embung-embung air juga sangat diperlukan untuk memastikan ketersediaan air baik untuk pemadaman secara manual maupun dengan water bombing.

Dalam mengelola lahan secara lestari dibutuhkan banyak investasi yang harus dilakukan perusahaan, untuk dapat mengoptimalkan pembangunan hutan tanaman, hal ini dalam kaitan optimalisasi proses infrastruktur yang tepat untuk mengatur tata air di lahan.

Dan juga dilakukan dalam menerapkan system "Water Zoning" diterjemahkan dengan pembagian zonasi areal berdasarkan elevasi lahan yang relatif seragam dimana pada perubahan elevasi lahan akan dibuatkan zonanya dan diatur outletnya sehingga tinggi muka air dilahan dapat dipertahankan sesuai dengan kebutuhan.

Semakin, berkembangnya teknologi di dalam pengelolaan sistem water management sangat dimungkinkan untuk menciptakan sistem yang lestari di dalam pengelolaanya.

Secara umum kriteria pengelolaan tata air yang baik pada areal konsesi HTI di lahan gambut seperti yang penulis contohkan diatas merupakan hal yang sudah dilakukan oleh PT.Rimba Hutani Mas (RHM).

Dapat disimpulkan bahwa tinggi muka air tanah yang optimal sesuai dengan kebutuhan tanam-an komoditas dan untuk menjaga kelembaban tanah gambut/ rawa.

Pengelolaan tata air yang terpadu sesuai dengan yang disampaikan di atas akan dapat mence-gah resiko kebakaran lahan dan hutan dan gambut dapat termanfaat dengan optimal sesuai dengan fungsi dan peruntukannya. (Bowo Suratmanto / PraktisiWater Management Sumsel)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved