Breaking News:

Merdeka Dari Pangan Berbahaya

Dewasa ini masih banyaknya kasus-kasus penyakit dan keracunan pada manusia akibat bahan pangan.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
Dr. drh. Jafrizal, MM. Alumni Doktor Ilmu Ekonomi Industri dan Agribisnis UNSRI, Dosen Pasca Sarjana Aprin, Medik Veteriner Madya, Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cab. Sumatera Selat-an 

Akibatnya residu-residu bahan berbahaya tentu saja masih banyak ditemukan di lapangan.

Hal yang perlu diketahui oleh petani selaku produsen dan masyarakat selaku konsumen adalah bahwa setiap bahan pangan baik segar maupun olahan, pada dasarnya sangat memungkinkan mengandung residu bahan kimia yang dilarang dan sangat membahayakan kesehatan manusia.

Penggunaan pestisida seperti insektisida, fungisida, bakterisida, nematisida dan rodentisida pada proses produksi, pengolahan dan transoprtasi maupun penyimpanan pangan baik tanaman pangan, peternakan maupun perikanan yang berlebihan akan berdampak terhadap kesehatan.

Residu berbahaya tersebut apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang akan dapat menyebabkan kanker, cacat kelahiran dan mengganggu sistem saraf stamina dan tingkat kecerdasan yang kurang baik pada anak-anak, selain itu dapat juga berakibat perubahan orientasi seksual.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Logo TikTok Sripoku.com

Keep it safe
Peran pelaku usaha juga harus ikut memastikan makanan yang diedarkan aman.

Pelaku usaha disini tidak hanya petani, tetapi juga importir, distributor, agen, usaha pengolahan dan pengecer bahan dan produk pangan.

Harus dipahami bahwa bahan pangan terutama pangan asal hewan adalah produk yang mudah rusak, busuk dan tercemar bahan kimiawi dan biologic sehingga harus memiliki fasilitas pengetahuan yang cukup agar aman, sehat dan halal.

Tindakan-tindakan yang merugikan konsumen perlu diketahui oleh pelaku usaha bahwa terdapat beberapa hal yang akan mengakibatkan pelanggaran pidana sesuai dengan Undang-Undang no. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved