Juarsah & Ahmad Yani Tegur Sapa di Ruang Sidang, Mantan Bupati Muara Enim Ungkap Pernah Kasih Uang

Ahmad Yani dan Juarsah tatap muka di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang. Mereka pernah berpasangan memimpin Kabupaten Muara Enim.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/chairul nisyah
Mantan Bupati Muara Enim, terpidana Ahmad Yani (berdiri) berikan kesaksiannya di sidang Tipikor untuk terdakwa Juarsah (duduk di meja pengacara, kemeja putih), Kamis (12/8/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Chairul Nisyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sidang kasus dugaan korupsi di Dinas PUPR Muara Enim terkait fee proyek dengan terdakwa Juarsah kembali digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, Kamis (12/8/2021).

Juarsaha jadi tersangka kasus ini saat dirinya berstatuskan sebagai Bupati Muara Enim, saat ini statusnya sebagai Bupati Muara Enim non aktif sejak proses hukumnya sudah masuk ke tingkat pengadilan.

Dalam sidang kali ini, Juarsah dihadirkan langsung di persidangan. Sidang digelar diketuai oleh hakim Sajlan Efendi SH MH di Pengadilan Tipikor Palembang, Kamis (12/8/2021).

Menariknya, pada sidang kali ini, terpidana kasus sama, Ahmad Yani yang merupakan mantan Bupati Muara Enim dihadirkan oleh JPU sebagai saksi dalam persidangan.

Saat Ahmad Yani menjabat sebagai Bupati Muara Enim, Juarsah adalah wakilnya

Sama-sama menggunakan pakaian kemeja berwarna putih, kedua orang yang pernah memiliki jabatan di Kabupaten Muara Enim ini nampak sempat saling tegur sapa.

Dari pantauan Bupati Muara Enim non aktif, terdakwa Juarsah nampak duduk tenang didampingi oleh tim kuasa hukumnya.

Baca juga: Satu Permintaan Sudah Dipenuhi, Kubu Bupati Muara Enim Non Aktif Juarsah Ajukan Satu Permintaan Lagi

Dalam persidangan, majelis hakim Tipikor Palembang yang diketuai oleh Sahlan Efendi SH MH mencecar saksi teridana, Ahmad Yani dengan sejumlah pertanyaan, terkait aliran dana fee 16 paket proyek di kabupaten Muara Enim.

Dalam keterangannya saksi teridana Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa terdakwa Juarsah turut serta menerima fee dari 16 paket proyek di Dinas PUPR Muara Enim tahun 2019.

Saksi terpidana Ahmad Yani juga menjelaskan, bahwa selama dirinya menjabat sebagai bupati disaat itu, pernah suatu waktu yang ia lupa kapan waktunya, menceritakan kepada terpidana Elfin MZ Mukhtar, sebagai Kepala Bidang Pembangunan dan PPK Dinas PUPR Muara Enim bahwa terdakwa Juarsah membutuhkan sejumlah uang.

"Saya menceritakan ke Alfin bahwa uang itu dibutuhkan terdakwa kemudian direspon oleh Elfin dan segera menindaklanjutinya," ungkap Ahmad Yani.

Selain itu dia juga mengakui, selama menjabat yang berpasangan dengan terdakwa, selalu berbagi uang baik itu dari fee proyek yang diluar dari gaji sebagai Bupati.

"Seingat saya juga pada tahun 2018, Elfin pernah memberikan uang Rp 1 miliar di ruang kerja saya dan itu setengahnya saya berikan juga kepada pak Juarsah, namun saya lupa itu uang apa," jelasnya kepada majelis hakim.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved