Opini

Rancangan Batik Khas Pasemah Air Keruh

Asal ada niatan yang baik, tidak menjadi halangan untuk membuat dan memasarkan batik khas Paiker.

Editor: Yandi Triansyah
handout
Ilustrasi 

Rancangan Batik Khas Pasemah Air Keruh

Oleh : Noperman Subhi, S.Ip., M.Si Camat Kecamatan Pasemah Air keruh Kabupaten Empat Lawang

Pasemah Air Keruh (Paiker) merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Empat Lawang (Sumatera Selatan) yang luas wilayahnya 217.90 km².

Secara geografis, Kecamatan Paiker berbatasan dengan Kecamatan Pendopo di sebelah timur, Kabupaten Kepahiang di sebelah barat, Kecamatan Ulu Musi di sebelah utara dan Kabupaten Bengkulu Selatan di sebelah selatan.

Pertanian merupakan sumber utama mata pencaharian sebagian besar penduduk di Kecamatan Paiker.

Dinamakan Paiker dikarenakan sumber mata air di wilayah ini keruh akibat kibasan ekor ikan Semah yang menjadi habitat utama dan penduduknya sebagian besar bersuku bangsa Pasemah.

Ikan semah merupakan jenis ikan yang hidup di aliran air dan berbatu-batu yang ditumbuhi lumut serta diteduhi pepohonan.

Paiker mempunyai kebudayaan yang tinggi dengan beberapa peninggalan-peninggalan nenek moyang, diantaranya kemampuan membuat kain tenun khas Pasemah
Dengan luas sawah sekitar 29.507 hektare, Paiker menjadi penghasil pertanian andalan Kabupaten Empat Lawang.

Apabila dikelola dengan baik, Paiker akan menjadi lumbung pangan saingan bagi Belitang (OKU Timur).

Paiker memiliki makanan khas yang disajikan khusus pada waktu-waktu tertentu, seperti pada bulan Ramadhan, lebaran, upacara perkawinan dan menyambut tamu istimewa.

Lemang menjadi menu pembuka yang dihidangkan untuk menjamu para tamu.

Makanan khas Lemang merupakan makanan yang bahan intinya dari beras ketan (padi pulut) dan santan kelapa berlapis daun pisang muda dan ditambah sedikit garam, dimasak didalam seruas bambu muda berukuran diameter 2-3 cm dan panjang 20-25 cm dengan cara dibakar atau dipanggang.

Ada pula sebelum dibakar atau dipanggang dimasak terlebih dahulu dengan cara dikukus.

Lemang Paiker disantap dengan ikan sungai khas Paiker yang digoreng dengan tepung dan diberi rasa pedas secukupnya dari cabai.

Keberadaan pohon bambu di Paiker masih memadai, namun kedepannya harus dibudidayakan agar terpenuhinya kebutuhan untuk membuat lemang.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved