Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Cerita Prof dr Hardi Darmawan Tentang Sosok Akidi Tio dan Keluarga: Suka Baju Putih, Bersih dan Rapi

Akidi Tio asalnya dari Aceh tapi dulu tinggalnya di Palembang, jadi memang sebagian hidupnya di Palembang.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Soegeng Haryadi
TANGKAPAN LAYAR SRIPOKUTV
Kepala Newsroom Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti saat memawancarai dokter keluarga Akidi Tio, Prof dr Hardi Darmawan, Selasa (27/7/2021) 

SOSOK Akidi Tio tengah hangat diperbincangkan publik belakangan karena sumbangannya yang fantastis Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel. Bantuan diberikan langsung oleh Heriyanti, anak bungsu dari Akidi Tio yang didampingi Prof dr Hardi Darmawan langsung kepada Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri. Siapakah sebenarnya sosok almarhum Akidi Tio? Simak wawancara eksklusif Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti dengan Prof dr Hardi Darmawan selaku dokter keluarga yang mewakili keluarga besar Akidi Tio.

**************

Bisa diceritakan dok, siapa sebenarnya sosok almarhum Akidi Tio?
Akidi Tio asalnya dari Aceh tapi dulu tinggalnya di Palembang, jadi memang sebagian hidupnya di Palembang. Dulu ia tinggal di Jalan Veteran. Tapi sekarang keluargnya sudah pada di Jakarta.

Artinya sekarang anak-anak almarhum banyak yang di Jakarta dok?
Ya benar, anak-anak dari Akidi Tio sukses di Jakarta, sehingga banyak yang di sana. Memang ada anaknya yang masih di Aceh, anak pertamanya tapi sudah meninggal.

Selama di Palembang apakah pekerjaan beliau?
Di Palembang Akidi Tio dikenal sebagai kontraktor, ada bikin bangunan dan lain-lain. Jadi karena memang dia sudah lama di Palembang, maka kampung halamannya dia anggap di Palembang.

Apakah karena alasan itulah keluarganya memilih Sumsel untuk mendapatkan bantuan Rp 2 triliun?
Betul, karena kecintaannya terhadap Palembang itulah almarhum Akidi Tio mengingatkan kepada anak-anaknya untuk menyumbang di Palembang ini. Jadi sumbangan ini untuk di Palembang dan Sumsel. Walaupun ia bukan kelahiran Palembang, karena sudah lama di Palembang dia sudah menganggap kampung halamannya di Palembang. Sebab cari duitnya juga di Palembang.

Dengan uang yang dimiliki sangat banyak, semasa hidup bagaimanakah gaya hidup Akidi Tio beserta keluarga?
Mereka dari keluarga low profile dan sederhana. Walaupun pengusaha mengumpulkan dana dan ditabung. Jadi lebih pada karena memang sifat dasarnya low profile. Mereka sederhana tapi mereka mau membantu orang lain. Yang saya ingat dari keluarga Akidi Tio ini kesederhanaannya itu. Seperti suka memakai pakaian putih, orang bersih dan rapi.

Dokter sendiri sudah berapa lama mengenal sosok Akidi Tio?
Akidi adalah pasien saya sejak 36 tahun sampai beliau meninggal. Kalau menantu cicit 48 tahun lebih. Akidi artinya keyakinan. Dia punya keyakinan harus membantu orang-orang yang susah. Anak menantu cucu selalu diamanahkan itu. Kalau ada penghasilan lebih bagikanlah kepada masyarakat yang tidak mampu.

Bisa dijelaskan dok apa alasan keluarga Akidi Tio mau membantu korban Covid-19?
Dua hari lalu sebelum tanggal 26 Juli 2021 saya ditelepon anak bungsu dari Akidi Tio. Mereka mau bantu masyarakat dalam keadaan pandemi Covid-19. Keluarga Akidi melihat banyak teman-teman meninggal, susah cari rumah sakit, Nakes kelelahan dan lain-lain. Dia merasa iba dan ingin memberikan bantuan, disebutkanlah angkanya Rp 2 triliun.

Sebelum menyumbang untuk Covid-19, apakah keluarga Akidi memang suka bersedekah?
Akidi semasa hidupnya banyak memberi teladan agar saling membantu antar sesama yang membutuhkan uluran tangan. Sikap itu ia ajarkan kepada anak-anaknya yang menyalurkan bantuan tersebut.
Jauh sebelum pandemi, keluarga Akidi Tio juga sering menyalurkan bantuan ke sejumlah Panti Jompo yang ada di Sumsel.

Apakah pernah ada dok sebelumnya orang menyumbang dengan nominal fantastis untuk dunia kesehatan di Sumsel?
Waktu ditelepon saya terkejut, belum pernah saya mendengar jumlah sumbangan sebanyak itu. Saya tanya, untuk siapa. Katanya untuk masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan (Sumsel).
Sejauh ini belum pernah ada yang memberikan bantuan sebanyak Rp 2 triliun. Memang banyak yang memberikan sumbangan tapi tidak sampai sebanyak itu, ada ratusan miliar, belum pernah pada triliunan.

Lalu, bagaimana alurnya sehingga sumbangan itu melalui Kapolda Sumsel?
Keluarganya dekat dengan Irjen Pol Eko Indra Heri, karena keluarga sudah kenal dengan Irjen Pol Eko Indra Heri baik secara pribadi maupun orang tua. Anaknya paling tua di Langsa, Aceh punya pabrik, kenal baik dengan Irjen Pol Eko Indra Heri juga.
Waktu tugas di Aceh jadi Perwira Pertama. Maka saya sampaikan amanah keluarga tersebut dan Irjen Pol Eko Indra Heri dia sempat kaget juga.

Uang sebanyak itu, apakah ada syarat khusus dari pihak keluarga?
Saya sudah tanya pihak keluarga tidak ada syarat-syarat khusus. Mereka benar-benar tulus dan ikhlas. Yang terpenting tujuan mulia penanganan Covid-19 tercapai. Makanya amanah itu memang harus benar-benar jalan. Kita itu harus Fatonah, Siddiq dan Tabligh agar tujuan sumbangan itu sampai ke masyarakat.

Kalau dalam bayangan Anda, dengan uang sebanyak itu penanganan Covid-19 untuk apa saja?
Dalam tim ini kami berpikir harus mengedepankan 3T (testing, tracing dan treatment, 5M serta isolasi ini yang akan kita kejar untuk menekan Covid-19. (oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved