Breaking News:

Meskipun Sudah Sembuh, Pasien Covid-19 Wajib Waspadai 5 Hal Ini Jika Tak Ingin Berisiko Long Covid

Meskipun sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, pasien masih memiliki risiko mengalami gejala berkepanjangan.

Editor: adi kurniawan
Kompas.com/Nikson Sinaga
Perawat beristirahat di sela-sela kegiatan penyaringan (screening) Covid-19 terhadap pasien di sebuah rumah sakit di Medan, Sumatera Utara, 23 September 2020. Perawat menjadi garda terdepan penanganan Covid-19. Foto ini mendapat penghargaan dalam Asian Media Awards 2021. 

SRIPOKU.COM -- Meskipun sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, pasien masih memiliki risiko mengalami gejala berkepanjangan.

Hal ini dikenal dengan iistilah Long Covid, seperti yang disampaikan oleh dr. Luluk Adi Pratikno, Sp.P, M.Kes, yang merupakan dokter spesialis paru di RS Mardi Rahayu, Kudus.

Menurutnya Long Covid sendiri merupakan fenomena di mana pasien Covid-19 masih mengalami gejala lebih dari tiga minggu sejak ia dinyatakan sembuh dari Covid-19. 

Long Covid ini bisa terjadi bukan hanya pada orang tua namun juga untuk orang yang lebih muda.

Untuk gejala yang timbul dalam jarak 3 minggu hingga 12 minggu disebut dengan sindrom akut pasca-Covid.

Sedangkan jika masih ada gejala di atas 12 minggu dinamakan sindrom kronis pasca-Covid.

"Setiap orang bisa memiliki gejala berbeda," ujarnya dalam diskusi yang disiarkan di Youtube RS Mardi Rahayu, Sabtu (24/7/2021).

Kebanyakan orang yang mengalami long Covid  biasanya hilang sebelum 12 minggu, namun ada juga gejala yang menetap.

Hingga hari ini belum ada mekanisme yang pasti sebagai penyebab utama long Covid.

Namun, dr. Luluk menyebut ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya berbagai keluhan berkepanjangan setelah terinfeksi Covid-19. 

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved