Kanwil Kemenkumham Sumsel; Napi Baru Wajib Swab Test Sebelum Masuk LP, Tiadakan Kunjungan

Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Sumsel mewajibakan napi baru untuk tes swap sebelum masuk LP, selain itu tidak terima kunjungan tatap muka

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Azwir Ahmad
SRIPOKU.COM/MAYA CITRA ROSA
Ilustrasi:Rutan Klas 1 Palembang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Sumsel memastikan Pandemi Covid-19 di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP)  dan Rumah Tahanan (Rutan) yang ada di wilayahnya terkendali dengan baik. 

Kasubag Humas Kemenkumham Sumsel, Hamsir Arrohman mengatakan kasus Covid-19 yang terjadi di sejumlah LP di Sumsel bisa dikatakan sangat minim. Dari data yang mereka terima, hingga saat ini ada sekitar enam warga binaan yang sedang memasuki masa pemulihan Covid-19.

Jikapun ada warga binaan yang dinyatakan positif Covid-19, maka yang bersangkutan terlebih dulu akan dirawat oleh tim medis dan ditempatkan ke dalam sel khusus. 

"Kalau ada yang positif kita isolasi dulu,  ada sel khusus untuk mereka. Jika setelah di cek keadaannya membaik maka mereka akan kita masukkan lagi," ujarnya,  Jumat (23/7/2021).

Dijelaskannya, di dalam masa Pandemi saat ini para narapidana yang putusan hukumnya sudah incraht tak dapat sembarangan langsung dapat dilimpahkan ke lembaga ke pemasyarakatan. 
Yang bersangkutan harus terlebih dahulu harus mengikuti swab test Covid-19. 

Jika hasil swab test dinyatakan negatif dan dokumen sudah lengkap maka boleh dipindahkan, namun apabila hasilnya positif maka si narapidana dititipkan dulu ke dalam sel polsek atau polres setempat hingga sembuh. Biaya swab test para narapidana sendiri dibebankan terhadap kejaksaan yang memegang berkas mereka. 

"Kalau syarat tak lengkap kami dak mau nerima. Setiap yang masuk harus fit.  Kita ingin menjaga warga binaan di dalam jangan sampai terpapar virus corona," jelas Hamsir. 

Selain itu, demi menjaga situasi di dalam LP agar tetap steril dari papara Covid-19 untuk sementara pihaknya tidak menerima kunjungan pihak keluarga yang bertatap muka langsung dengan warga binaan.

Bagi keluarga yang ingin mengantarkan barang atau makanan cukup dititipkan melalui petugas jaga. 

"Jika ada yang mau besuk bisa nitip saja, kita juga sediakan layanan video call bagi  warga binaan. Jadi mereka tak usah ketemu langsung keluarganya," ungkapnya.  (Oca) 
 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved