Breaking News:

Bisa Korba Sumatera dan Jawa di Asia Paling Mematikan, Tewas dalam 30 Menit, Ini 5 Tips Penyelamatan

Biasanya, bagian tubuh yang terkena gigitan akan merasa dampak paling besar. Bisa saja bagian itu akan lumpuh sementara.

Editor: Hendra Kusuma
HO/SRIPOKU.COM/KOMPAS.COM
Bahaya bisa ular kobra, insert atraksi Bernardo Alvarez sebelum meninggal, Rabu (15/7/2021) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Penyebab kematian manusia ular asal Filipina Bernardo Alvarez dipastikan karena kuatnya bisa ular kobra dalam jumlah yang banyak dan langsung menyerang saraf dan jantungnya.

Menurut dr Tommy Wibowo, tak ada orang yang benar-benar kuat dalam menahan bisa ular kobra di tubuhnya, kecuali sudah disuntik atau memiliki semacam serum atau antivenom.

Maka, jika Bernardo Alvarez kebal bisa ular saat dipatuk, bisa jadi bisanya tidak terlalu kuat dan dalam jumlah sangat sedikit.

Meski demian racun dalam jumlah banyak atau sedikit bisa ular kobra, tetap lah sangat berbahaya bagi tubuh manusia dan bisa menyebabkan kematian.

Sebab, dalam kandungan bisa ular kobra terdiri dari 4 campuran senyawa kimia berbahaya. Yakni, mycotoxin, cardiotoxin, neurotoxin dan cytotoxin.

"Neurotoxin melumpuhkan saraf, cardiotoxin menyerang jantung, sedangkan cytotoxin merusak sel. Membuat darah menjadi beku dan keracunan," urai Tommy.

Bahkan, jika bisa ular kobra itu masuk dalam jumlah yang banyak ke dalam tubuh, maka dalam hitungan 30 menit orang akan mati tanpa mendapatkan pertolongan.

"Sebab, kerusakan terjadi pada pembuluh darah saraf dan menyebar melalui kelenjar getah bening merusak fungsi jantung yang berhenti, sehingga tidak bisa bernafas dan mengakibatkan kematian," ujar dokter Klinik Mitra Medika Keluarga dari Tungkal Jaya Muba ini.

Cara Paling Efektif Menyelamat Korban

Maka ada 5 langkah paling efektik melakukan pertolongan bagi korban gigitan ular kobra

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved