Virus Corona di Sumsel

Sumsel Belum Miliki Alat Deteksi Varian Delta, Epidemiologi : Sulit untuk Diketahui

Ahli Epidemiologi Provinsi Sumsel, Dr. Iche Andriyani Liberty menjelaskan, Varian Corona Virus sulit dibedakan

Tayang:
Penulis: Rahmaliyah | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi varian Delta dari virus corona, penyebab tsunami Covid-19 di India. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU. COM, PALEMBANG - Sejak Pandemi Covid-19 terjadi bermunculan beberapa jenis varian mutasi dari Corona Virus tersebut. Terbaru, jenis varian Delta atau  B.1.617.2 yang disebutkan bahwa lebih mudah menular dan membuat mereka yang terpapar memiliki gejala cukup parah. 

Ahli Epidemiologi Provinsi Sumsel, Dr. Iche Andriyani Liberty menjelaskan, Varian Corona Virus sulit dibedakan atau tak memiliki gejala spesifik sehingga sulit untuk bisa diketahui.

Apalagi sejauh ini di Sumsel belum ada laboratorium yang memiliki alat untuk mendeteksi virus varian terbaru Covid tersebut. 

"Jadi kita tak bisa tahu apakah pasien ini menderita varian Delta atau lainnya. Kecuali bila dengan cara Whole Genome Sequencing baru bisa diketahui lebih spesifik tapi yang pasti penularan jenis Delta ini disebut lebih cepat, " Jelasnya, (15/7/2021) 

Sampai saat ini, para ahli pun masih melakukan penelitian seperti apa gejala spesifik untuk varian baru virus covid-19 itu. 

Namun, pada umumnya gejala yang bisa dialami oleh pasien covid baik varian Delta atau lainnya diantaranya demam, batuk, pilek, hilangnya indra penciuman dan perasa serta kehilangan selera makan. 

"Ada baiknya masyarakat tetap berada di rumah, kalaupun terpaksa harus keluar rumah pastikan penerapan prokes benar dijalankan, " Katanya. 

3 Kasus Delta di Sumsel

Tercatat ada tiga kasus Covid-19 varian Delta di Sumatera Selatan (Sumsel).

Total kasus varian Delta di Indonesia sebanyak 615 kasus.

Data ini dirilis oleh Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI hingga Minggu (11/7/2021).

DKI Jakarta tercatat paling banyak terdapat kasus varian Delta dengan angka mencapai 264 kasus.

Posisi kedua ditempati Jawa Barat sebanyak 183 kasus, Jawa Tengah 92 kasus, Sumatera Utara 18 kasus, Jawa Timur dan NTB masing-masing 13 kasus, Sulawesi Selatan 11 kasus, dan Banten 7 kasus.

Kalimantan Timur sebanyak 4 kasus, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah masing-masing 3 kasus, serta 1 kasus di Gorontalo.

(Yak) 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved