Liputan Khusus
Kasus Covid-19 di Palembang Meningkat, Pasien Isolasi Mandiri 'Buru' Tabung Oksigen Tapi Stok Habis
Sementara untuk isi ulang tabung oksigen, untuk kapasitas 1 kubik seharga Rp 40.000, sementara ukuran 1,5 kubik dijual Rp 50.000.
PALEMBANG, SRIPO -- Peningkatan kasus Covid-19 di Palembang turut mempengaruhi ketersediaan tabung oksigen. Belakangan banyak warga yang mencari tabung oksigen untuk kebutuhan penanganan pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri.
Dari pantauan di lapangan sejak Selasa (6/7) lalu, kekosongan tabung oksigen terjadi dibeberapa toko alat kesehatan (Alkes) di Palembang. Di toko Amifa Medica Indonesia, tabung oksiegen kapasitas 1 sampai 1,5 kubik sudah habis dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Tri, staf toko alkes tersebut, kondisi kelangkaan tabung oksigen tak pernah terjadi sebelumnya. Ia mengatakan, sebelumnya di toko mereka memiliki 50-60 tabung oksigen, namun saat ini sudah habis.
"Orang yang beli kebanyakan yang isolasi mandiri, sehingga sampai saat ini di toko kami habis," ujarnya.
Dengan habisnya tabung oksigen tersebut, Tri mengaku saat ini toko hanya melayani isi ulang saja. "Saat ini kami hanya layani isi ulang. Belum tahu kapan masuk lagi untuk tabung oksigen," jelas Tri.
Terkait harga, meski terjadi kelangkaan, ia mengaku tak ada kenaikan harga untuk penjualan tabung oksigen di Palembang. Untuk satu tabung oksigen ukuran 1 kubik tetap dijual Rp 1,3 juta. Sementara, untuk tabung oksigen satu kali pakai dijual Rp 60 ribu. "Harga masih tetap sama tak ada kenaikan," katanya.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:
Sementara untuk isi ulang tabung oksigen, untuk kapasitas 1 kubik seharga Rp 40.000, sementara ukuran 1,5 kubik dijual Rp 50.000.
Kondisi serupa terjadi di toko alat kesehatan Graha Medika. Seluruh tabung oksigen ukuran 1 kubik telah habis sejak tiga hari lalu. Saat ini mereka hanya melayani isi ulang tabungoksigen.
Yulia, pegawai toko alat kesehatan Graha Medika menerangkan para konsumen yang melakukan isi ulang banyak terjadi sejak sepekan terakhir. Hingga saat ini tabung oksigen di toko mereka juga telah habis. Ia juga tak menampik, banyaknya warga yang melakukan isolasi mandiri membuat tabung oksigen menjadi barang langka karena dibutuhkan warga yang terpapar Covid-19.
"Sebelumnya penjualan tabung oksigen kami tak pernah habis. Sebelumnya sempat kami stok 30 tabung. Namun dalam lima hari seluruh tabung itu telah habis terjual," ungkapnya.
Sementara PT Libra Gas Industri (Ligasin) selaku distributor tabung oksigen menyatakan, pasokan oksigen dari mereka saat ini aman dan lancar. "Untuk distribusi tabung oksigen sejauh ini aman-aman saja dan lancar, meski sedang PPKM (Mikro) di Palembang," kata Kepala Pengawas Gudang PT Ligasin, Yakub Salim saat ditemui di Indralaya, Sabtu (10/7).
Yakub menjelaskan, setiap hari PT Ligasin dapat mendistribusikan puluhan bahkan ratusan tabung oksigen ke rumah sakit di wilayah Palembang dan sekitarnya.
"Tujuan pengiriman tabung oksigen diantaranya ke RSMH, RSMP, RS Palembang BARI. Ada juga ke RSUP Rivai Abdullah di Banyuasin," jelas Yakub.
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Dengan menggunakan tiga unit truk muatan, PT Ligasin mendistribusikan tabung oksigen tersebut ke sejumlah rumah sakit yang membutuhkan. "Untuk satu kali trip (perjalanan), bisa mengangkut 50 tabung," ujar Yakub.
Saat ini, sedikitnya ada 300 tabung oksigen yang siap didistribusikan PT Ligasin. Satu tabung memiliki kapasitas 6 kubik atau setara 150 kilogram.
"Perlu diingat, stok di gudang kami ini tidak tetap karena sirkulasi, keluar-masuk barang. Jadi jumlah 300 tabung itu kurang lebih yang ada saat ini," jelas Yakub.
Ia kembali menegaskan, sejauh ini stok tabung oksigen aman dan tidak terkendala apapun. "Makanya kemarin ada Kapolda dan Dinkes Sumsel yang meninjau langsung distribusi dan stok barang seperti apa," tegasnya.
Tiga Bulan Aman
Sedangkan owner PT Ligasin, Ronny beberapa hari lalu juga menyatakan ketersediaan oksien di Sumsel relatif aman. "Kami sebagai distributor oksigen memastikan ketersediaan oksigen di Sumsel masih aman untuk tiga bulan kedepan," Ronny, Kamis (8/7).
Lebih lanjut ia menceritakan, situasi Covid19 di Jawa lagi parah, dan supplier disana kualahan untuk menyediakan oksigen. Untuk itu mereka mintak bantuan sesama pabrikan, untuk menyediakan pasokan oksigen di Jawa.
"Saat ini posisinya cukup, kendalanya pabrik yang dimintai bantuan tersebut juga termasuk rekanan pabrik kita. Sampai saat ini memang belum ada pembatasan pengambilan. Yang ada hanya antrean saja, karena Jawa didulukan," ungkap.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:
Menurut Ronny, pasokan oksigen di Sumsel juga masih aman. Kalau di Jawa sejak seminggu terkakhir ini mulai meningkat permintaannya. Orang lebih ke panik, sehingga permintaannya berlipat-lipat.
"Kalau di Sumsel kebutuhan oksigen nya per bulan 200-300 ton oksigen. Estimasi bakal naik menjadi 400-500 ton per bulan, sambil berjalan. Jadi peningkatannya saat ini hampir dua kali lipat. Apalagi beberapa rumah sakit trend permintaannya naik," katanya.
Meskipun permintaan banyak menurut Ronny harga jual tidak ada kenaikan. Bertahan di harga yang ada yaitu Rp 65 ribu untuk tabung besar dan Rp 41 ribu untuk tabung kecil.
"Saat Pandemi ongkos pasti nambah. Kalau dulu sebulan sekali rapid ini setiap jalan rapid. Cost pasti ada nambah, cuma sampai saat ini kami tidak naikan harga. Kita saat ini bukan hitung-hitungan profit tapi lebih fokus penanganan pandemi," cetusnya.
Ronny pun optimis, untuk ketersediaan oksigen di Sumsel bisa tercukupi dan aman. Namun tetap dengan melihat kondisi atau situasi pandemi yang ada
Permintaan Dua Kali Lipat
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nuraini mengaku ketersediaan gas oksigen medis di provinsi Sumsel dinilai aman karena masih dapat memenuhi permintaan masyarakat.
Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Dia mengatakan, saat ini pihaknya pun telah melakukan pendataan stok oksigen diberbagai rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19. Dari hasil pendataan, ada beberapa rumah sakit yang sedang dalam pengisian oksigen.
"Sudah kita data mengenai kesersediaan oksigen di fasilitas kesehatan. Hanya ada beberapa masih dalam pengisian," katanya.
Sebagai bentuk pengawasan, Lesty menyatakan ia bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S sudah mengecek ketersediaan oksigen di Ligasin dan Samator.
"Dinkes dan Polda memastikan ketersediaan oksigen. Kita bergerak bersama, karena Polda mengecek keamanannya. Jangan sampai ada lonjakan harga," ungkapnya.
Menurut Lesty, dari hasil tinjauan memang ada peningkatan permintaan hampir dua kali lipat. Namun dari segi stok oksigen aman, hanya kendalanya ketersediaan tabungnya yang kurang, tapi kalau untuk oksigen aman.
"Kita juga sudah mendengarkan masukan dari beberapa pihak yang menyarankan untuk melakukan kerjasama dengan beberapa pabrikan okisgen. Nantinya akan saya sampaikan dulu ke gubernur," ungkapnya. (oca/nda/mad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/isi-ulang-tabung-oksigen-di-toko-alat-kesehatan.jpg)