Covid19 Semakin Mengganas
Covid-19 Semakin Mengganas, Sudah 458 Dokter Gugur dalam Tugas Penanganannya
Satu persatu tenaga medis yang bertugas dalam penanganan Pandemi Covid-19 berguguran
SRIPOKU.COM—Satu persatu tenaga medis yang bertugas dalam penanganan Pandemi Covid-19 berguguran.
Dari bulan Januari, dokter yang gugur dalam sebulan tidak lagi hitungan jari, tapi sudah puluhan.
Dilansir WARTAKOTALIVE.COM, Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi menjelaskan, per hari Jumat (9/7/2021) suda 458 dokter yang gugur dalam tugas menangani Covid-19.
Menurut Adib, penurunan jumlah kematian dokter mulai melandai di bulan Februari.
"Di bulan Februari itu sudah turun dibandingkan bulan Januari," ucap Adib saat menjadi pembicara di konferensi pers daring bertajuk Seruan Tenaga Kesehatan Indonesia: Alarm Bahaya dari Benteng Terakhir.
Lebih lanjut, Adib menyampaikam ada 65 dokter yang gugur di bulan Januari. Pada bulan Februari ada 31 dokter yang meninggal dunia. Kurva kematian dokter kembali menurun di bulan Maret dengan 16 jiwa.
Masih menurut Adib, jumlah dokter yang gugur di bulan April sejumlah 8 orang, dilanjutkan dengan 7 korban jiwa pada bulan April.
Kenaikan angka kematian dokter meroket tajam pada bulan Juni.
"Bulan Juni 48. Jadi hampir 7 kali lipat. Bulan Juli ini masih tanggal 9, sudah 35 dokter yang gugur," papar Adib pada Jumat (9/7/2021), sore.
Adib menambahkan, jumlah tenaga kesehatan yang dirawat saat ini jauh lebih banyak dibandingkan di bulan Desember 2020 sampai Januari 2021.
Wilayah dengan jumlah dokter yang dirawat paling tinggi se-Indonesia jatuh pada wilayah Surabaya, Jawa Timur.
"Kemarin laporan yang disampaikan oleh IDI Surabaya ada 124 dokter yang terpapar Covid-19," beber Adib.
Selain Surabaya, kata Adib, wilayah Kudus pernah mencapai angka total 813 tenaga kesehatan yang sakit.
"70 orang diantaranya adalah dokter. Itu sebuah kondisi yang yang bisa berpengaruh terhadap pelayanan yang terjadi di lapangan," kata Adib.
Hal serupa juga terjadi di wilayah Yogyakarta.
Adib mengatakan, ada 167 dokter yang terpapar Covid-19.
Mayoritas dari mereka sedang melakukan isolasi mandiri, namun ada juga dokter yang sakit kritis.
"Bahkan hari ini juga kita mendengar ada temen-temen yang dari wilayah Jogja meninggal," tutur Adib.
Terkenal Dokter Yang Tegas dan Perhatian
Ketua IDI Cabang Kota Bekasi, dr. Kamaruddin Askar meninggal dunia pada pukul 07.43 WIB, Selasa (6/7/2021).
Ketua IDI Kota Bekasi terpapar Covid-19 di Rumah Sakit Primaya, Bekasi Barat.
Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) dan Anggota IDI Kota Bekasi, Eko Nugraha, mengatakan Kamaruddin meninggal setelah dirawat di rumah sakit dan yang membuat kondisinya memburuk lantaran dia memiliki komorbid berupa gula darah (diabetes)
"Beliau itu punya gula darah yang tinggi, ini yang mungkin saja menjadi salah satu penyebab kenapa ketika beliau terpapar Covid-19, masuk rumah sakit itu menjadi memburuk, bisa jadi seperti itu, apakah kemudian faktor usia, saya tidak tahu juga," ucapnya kepada wartawan, Selasa (6/7/2021).
kata Eko, dibalik itu semua Askar sosok yang rajin bekerja, cepat dan sigap dalam menangani situasi apapun di dalam pemerintahan.
"Beliau ini sosok yang sangat sigap, cepat, dan ketika kita berkoordinasi beliau cepat merespons, jadi sebagai ketua itu memang menjadi panutan ya," katanya.
Eko juga menjelaskan ia merasa sangat kehilangan atas meninggalnya Ketua IDI Kota Bekasi kelahiran Kajang, Bulukumba itu.
Menurut Eko, Askar merupakan sosok yang begitu perhatian, tegas dan baik kepada semua anggotanya.
"Sikap-sikap beliau itu menjadi panutan saya juga, bagaimana merespons sangat cepat, dan koordinasi juga lancar sekali dengan beliau, jadi kami di ARSSI sangat kehilangan Ketua IDI kota Bekasi seperti beliau," ucapnya.
Menurut unggahan dalam Instagram @idikotabekasi, jenazah mendiang dr. Kamaruddin Askar dimakamkan di Al-Azhar Memorial Garden Karawang.
Banyak Warga Bekasi Meninggal Dunia Saat Isoman
Banyaknya kasus pasien covid-19 meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman) disoroti Pemkot Bekasi.
Pemkot Bekasi pun berencana akan membangun fasilitas pemulasaran jenazah pasien covid-19 di rumah singgah.
Keputusan tersebut disampaikan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bertujuan agar tidak membludaknya antrean pemulasaran jenazah di RSUD Bekasi.
"Iya memang di rumah terutama, makanya sekarang kita buka dirumah singgah itu dibuat pemulasaraan, jadi tidak ke rumah sakit lagi, kan rumah sakit itu sudah antre," ungkap Rahmat kepada Warta Kota pada Senin (5/7/2021).
Ia juga menjelaskan bahwa kasus Covid-19 yang meninggal pada saat isoman itu bisa saja probable atau suspek.
"Belum di rumah itu tinggi, tapi kan itu bisa probable (kemungkinan) bisa suspek. Karena mungkin dia Orang Tanpa Gejala (OTG), kalau sudah meninggal kan tidak mungkin di PCR," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Seorang pasien wanita berinisial TH (70) meninggal saat menjalani isolasi mandiri di kediamannya, Kelurahan Jaticempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu (30/6/2021) lalu.
Kondisi TH kritis karena mengalami sesak napas pada subuh dan dinyatakan meninggal hanya beberapa jam saja setelah dilakukan perawatan petugas puskesmas di pagi harinya.
Selain itu, ada juga seorang pasien Covid-19 berinisial MR (60) meninggal saat menjalani isolasi mandiri di kediamannya, RW 13, Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML), Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi pada Jumat (25/6/2021) lalu.
Ketua RW 13 Perumahan Pondok Mitra Lestari Sugih Hidayah mengatakan, MR meninggal dunia setelah menjalani isoman selama kurang lebih sepekan.
"Satu minggu sebelum meninggal dunia,yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19," kata Sugih saat dikonfirmasi pada Jumat (2/7/2021). (m27)
Jumlah dokter meninggal selama Juni
Eko juga menjelaskan ia merasa sangat kehilangan atas meninggalnya Ketua IDI Kota Bekasi kelahiran Kajang, Bulukumba itu.
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengungkapkan data menyedihkan soal korban tenaga kesehatan, termasuk dokter, yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 saat bertugas.
Ketua Terpilih PB IDI, dr Adib Khumaidi, SpOT mencatat sebanyak 401 dokter meninggal dunia akibat Covid-19 hingga 24 Juni 2021.
Dia mencatat, angka tersebut bertambah dibanding 1 Juni. Saat itu, jumlah dokter yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 374.
Secara total, sebanyak 949 tenaga kesehatan meninggal akibat Covid-19, di antaranya adalah dokter, perawat, bidan, apoteker hingga dokter gigi.
Selanjutnya, Sekretaris IDI Cabang Kota Semarang dr Sigid Kirana mencatat secara total ada 846 dokter yang terpapar Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah.
"Sudah sembuh 628, dirawat sekarang mulai cukup banyak ada 60an, isolasi mandiri 90," kata Sigid dalam konferensi pers secara virtual bersama media yang digelar PB IDI, Jumat (25/6/2021).
Dia mengatakan, dokter-dokter yang terpapar tersebut, banyak di antaranya dengan usia di atas 50 tahun. Dia juga mencatat, jumlah dokter yang meninggal saat ini 23 orang.
"Yang jadi concern ketika dulu kami kumpulkan data 1 minggu sekali. Sekarang setiap hari. Sebagian besar didominasi dirawat di rumah atau isoman. Sebagian besar kondisinya bagus, isoman di RS. Ada beberapa ada dua residen sekarang di ICU. Kondisi stabil meski mencari terapi plasma konvalesen," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua IDI Kudus dr. Ahmad Syaifuddin M.Kes mengatakan hingga pekan lalu lebih dari 500 tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.
Ada di antaranya yang meninggal yaitu 1 orang dokter, 2 perawat dan 1 ahli gizi.
Kabar baiknya, meski sempat mengalami lonjakan kasus dan lonjakan pasien di RS, saat ini 90% sudah kembali beraktivitas. Dia menambahkan, minggu ini kasus di Kudus juga sudah terkendali.
"BOR [Bed Occupancy Rate tempat tidur isolasi untuk pasien] 80-85% setiap hari. Kebetulan di Kudus saat awal lonjakan semua diminta menaikkan kapasitas tempat tidur sampai 50%," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Dokter Kamaruddin Askar Meninggal karena Covid-19, Terkenal Tegas dan Perhatian, https://wartakota.tribunnews.com/2021/07/07/dokter-kamaruddin-askar-meninggal-karena-covid-19-terkenal-tegas-dan-perhatian?page=all.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dian Anditya Mutiara
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Pandemi Covid-19 Semakin Ganas, Sudah 458 Dokter Gugur dalam Tugas. , https://wartakota.tribunnews.com/2021/07/09/pandemi-covid-19-semakin-ganas-sudah-458-dokter-gugur-dalam-tugas?page=all.
Penulis: Muhamad Fajar Riyandanu | Editor: Max Agung Pribadi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ikatan-dokter.jpg)