PM Israel Kena Batunya, Diserang Sayap Kiri Yahudi dan Arab Konservatif Soal Diskriminatif Palestina
Sikap tak terduga Sayap Kiri Yahudi dan keluarga Arab Konservatif di parlemen juga turut menentukan.
Para warga Arab ini memandang undang-undang itu sebagai salah satu dari beberapa bentuk diskriminasi yang mereka hadapi di negara, yang secara hukum mendefinisikan dirinya sebagai “Negara Bangsa Yahudi” ini.
Kepada AFP, dalam protes terhadap aturan itu di luar parlemen pada Senin (5/7/2021), beberapa menceritakan kesulitan mencari izin untuk bergabung dengan pasangan mereka, atau risiko memasuki wilayah Israel tanpa izin.
Ali Meteb mengatakan kepada AFP bahwa istrinya yang tidak memiliki hak tinggal di Israel telah mengurung keluarganya di "penjara terus-menerus". "Saya meminta hak yang dirampas negara dari kami ... agar istri saya memiliki ID Israel, hak tinggal dan kebebasan bergerak," katanya.
Jessica Montell, kepala Hamoked, sebuah kelompok hak asasi manusia Israel yang memberikan layanan hukum kepada warga Palestina, mengatakan "puluhan ribu keluarga dirugikan oleh undang-undang ini."
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PM Israel Kalah Suara: Hukum Diskriminatif Bagi Keluarga Arab Israel dan Palestina Dicabut", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/global/read/2021/07/06/203338170/pm-israel-kalah-suara-hukum-diskriminatif-bagi-keluarga-arab-israel-dan?page=2.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/perdana-menteri-israel-naftali-bennett-insert-wanita-arab-lakukan-demonsrasi.jpg)