PM Israel Kena Batunya, Diserang Sayap Kiri Yahudi dan Arab Konservatif Soal Diskriminatif Palestina

Sikap tak terduga Sayap Kiri Yahudi dan keluarga Arab Konservatif di parlemen juga turut menentukan.

Editor: Hendra Kusuma
HO Sripo/Kompas.com
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, insert wanita arab lakukan demonsrasi, Kena Batunya, Diserang Sayap Kiri Yahudi dan Arab Konservatif Soal Diskriminatif Palestina 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Dianggap tak terlawan, kini Perdana Menteri Israel Naftali Bennett harus bertekuk lutut dalam pembaharuan Hukum Diskriminatif untuk keluarga Arab Israel dan Palestina.

Sebab, PM Isreal Kena Batunya, dia tak mampu berkoar di parlemen ketika Diserang Sayap Kiri Yahudi dan Arab Konservatif Soal Hukum Diskriminatif Palestina.

Sikap tak terduga Sayap Kiri Yahuni dan keluarga Arab Konservatif di parlemen juga turut menentukan.

Akibatnya, hukum yang memang diprakasai oleh Naftali Bennett yakni, Larangan bagi warga Arab di Israel, untuk memberi tawaran kewarganegaraan atau bahkan izin tinggal kepada pasangan mereka yang berasal dari Tepi Barat dan Jalur Gaza, kini berakhir.

Seperti diketahui, Naftali Bennett memang memiliki senjata utama untuk warga Palestina dan Arab Israel.

Hal ini kerap menjadi sorotan dunia internasional karena merupakan Hukum Diskriminatif dan menyusahkan dua kelompok tersebut.

Adapun Larangan yang berlaku sejak 2003 itu, ditolak pada Selasa (6/7/2021) setelah anggota yang mendukung perpanjangan hukum kontroversial tersebut kalah suara.

Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett gagal memperbarui larangan itu, setelah koalisinya di Parlemen terpecah.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Baik kelompok sayap kiri Yahudi dan konservatif Arab menentang keras aturan itu dilanjutkan.

Pemungutan suara Selasa pagi (6/7/2021), membelah parlemen Israel menjadi dua, 59 suara setuju 59 lainnya menolak.

Dengan itu berarti hukum yang berlaku sejak 2003 di “Negeri Zionis” itu dibatalkan.

Hasil ini memperlihatkan tipisnya penguasaan koalisi Bennett, dalam parlemen Israel yang terdiri dari 120 kursi.

Hanya sedikit yang menyatukan delapan partai dalam koalisi pemimpin baru Israel itu.

Di antaranya, yaitu kebencian mereka atas pimpinan oposisi Benjamin Netanyahu.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved